Kamis, 18 Jun 2026 08:03 WIB

Hari Ini ASN Kabupaten Kediri Mulai WFH dengan Sistem Pengawasan Ketat

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 10 Apr 2026 17:15 WIB
ASN Pemkab Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
ASN Pemkab Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai hari ini, Jumat (10/4/2026). Mereka akan bekerja dari rumah dengan pengawasan super ketat.

Sekertaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin menyampaikan bahwa kebijakan tentang transformasi budaya kerja aparatur sipil negara di lingkup Kabupaten Kediri tersebut telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/8/418.50/2026. Di antaranya, penerapan WFH dilakukan secara proporsional melalui kombinasi fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (WFO) dan di rumah (WFH).

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan menurunkan kinerja, justru mendorong disiplin dan efisiensi yang lebih tinggi.

“ASN kita terapkan WFH setiap hari Jumat. Namun untuk layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap bekerja dari kantor,” ujar Solikin, Jumat (10/4/2026). Seperti DPMPTSP, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

Terkait sistem pengawasan terhadap ASN yang WFH, akan dilakukan dengan mekanisme yang lebih ketat dibandingkan saat bekerja di kantor. ASN diwajibkan mengirimkan titik koordinat rumah serta data kendaraan sebelum pelaksanaan WFH esoknya.

Data tersebut menjadi acuan dalam sistem absensi digital yang mengharuskan pegawai melakukan presensi tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore, dari lokasi yang telah ditentukan.

Selain absensi, ASN yang WFH juga diwajibkan menyusun rencana kerja harian sebelum pelaksanaan, kemudian melaporkan hasil pekerjaan lengkap dengan bukti kepada atasan pada hari Senin.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Inspektur Inspektorat, Wirawan menegaskan, tidak ada toleransi bagi ASN yang tidak disiplin. Ketidakhadiran tanpa keterangan akan langsung berdampak pada sanksi dan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

"Akumulasinya kan nanti dikumpulkan, akumulasi berapa. Nanti ada aturannya sendiri. Satu. Yang kedua, kan berdampak pada TPP masing-masing. Nanti akumulasi kena loh berapa jam dia enggak (absen) ya otomatis dia kena sanksi itu," tegasnya.

Selain WFH, kebijakan lain yang tertuang dalam SE tersebut adalah agar melakukan efisiensi energi dan anggaran khususnya bagi Kepala Perangkat Daerah dengan mengutamakan pelaksanaan rapat, bimbingan teknis, seminar, konferensi dan lain-lain dilaksanakan secara hybrid (daring), dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Perangkat Daerah juga diharuskan membatasi atau mengurangi pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri sebanyak 50�n perjalanan dinas luar negeri sebanyak 70%, dan/atau mengurangi frekuensi serta mengurangi jumlah rombongan yang melakukan perjalanan dinas.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Begitu juga untuk penggunaan kendaraan dinas jabatan yang dibatasi maksimal 50�n penggunaan kendaraan pribadi. Kepala Perangkat Daerah disarankan menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda dan alat transportasi lain yang tidak berbasis bahan bakar fosil.

Kepala Perangkat Daerah juga diminta untuk menghitung dan melaporkan penghematan anggaran sebagai dampak dari kebijakan transformasi budaya kerja yang lebih efektif dan efisien terutama biaya perjalanan dinas, biaya operasional pegawai, listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas atau operasional, air, telepon, dan lain-lain, serta hasil pelaksanaan WFH pegawai dilengkapi dengan link bukti/output kinerja pegawai di lingkungannya ke Bupati melalui BKPSDM setiap akhir bulan.

Dengan kebijakan ini, Pemkab Kediri berharap tercipta budaya kerja ASN yang lebih adaptif, efisien, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.