Terapkan WFH, Ribuan ASN Surabaya Tetap 'Turun Gunung' Bersih-Bersih Kali
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 10 Apr 2026 13:52 WIB
jatimnow.com – Mulai berlakunya skema kerja fleksibel yang memadukan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) tidak membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersantai ria. Pada Jumat (10/4/2026) pagi, ratusan abdi negara ini tetap 'turun gunung' melakukan kerja bakti masif membersihkan bantaran Kali Tebu.
Aksi bersih-bersih ini merupakan wujud konsistensi Pemkot Surabaya dalam menjalankan instruksi pemerintah pusat melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indonesia).
Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa penerapan skema WFH berdasarkan Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2026 tersebut sama sekali tidak menghapus kewajiban abdi negara untuk menjaga kebersihan fasilitas publik.
“Untuk program Indonesia ASRI, kami wajib melaksanakan kerja bakti dua kali seminggu. Selasa di area perkantoran, dan Jumat di fasilitas umum. Jadi, sebelum memulai WFH, sejak pukul 06.00 WIB pagi para ASN tetap turun ke lapangan untuk kerja bakti,” ujar Eddy, Jumat (10/4/2026).
Kerja bakti kali ini difokuskan di sepanjang bantaran Kali Tebu, membentang dari Jembatan Pogot hingga Jembatan Kedinding Asrori di kawasan Tanah Kali Kedinding. Mengingat area pembersihan mencapai hampir lima kilometer, Pemkot membaginya menjadi 70 zona yang melibatkan seluruh Perangkat Daerah (PD), kecamatan, hingga kelurahan.
Usai berjibaku dengan sampah dan semak belukar di bantaran sungai, para ASN kembali menjalankan tugas kedinasan sesuai jadwal WFH dan WFO masing-masing. Eddy memberikan peringatan keras bahwa WFH bukanlah ajang untuk berlibur atau bersantai.
Pemkot telah menyiapkan sistem pengawasan digital yang ketat untuk memantau kedisiplinan pegawai yang bekerja dari rumah.
Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut
“Ini bukan libur, ASN tetap bekerja penuh. Sistem digital kami akan memantau secara real-time apakah pegawai benar-benar bekerja dari rumahnya. Mereka diwajibkan melakukan absensi hingga tiga kali sehari, dan atasannya langsung akan memantau capaian kinerjanya,” tegas Eddy.
Bagi ASN yang kedapatan membolos, keluyuran ke luar kota, atau kinerjanya merosot tajam selama WFH, Pemkot telah menyiapkan sanksi berjenjang. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga sanksi terberat berupa pemberhentian dengan tidak hormat.
Di tengah transformasi budaya kerja fleksibel ini, Pemkot Surabaya menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu.
Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"
Seluruh instansi yang bersentuhan langsung dengan urusan pelayanan publik, kedaruratan, dan hajat hidup orang banyak dipastikan tetap beroperasi 100 persen dari kantor (full WFO).
Instansi tersebut meliputi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Sosial, puskesmas, Rumah Sakit Daerah, hingga sektor pendidikan.
"Kami pastikan layanan utama seperti kesehatan, pendidikan, evakuasi, penyelamatan, dan administrasi kependudukan tidak terdampak skema WFH. Masyarakat tidak perlu khawatir, pelayanan publik tetap berjalan normal dan prima," pungkas Eddy.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-83647-terapkan-wfh-ribuan-asn-surabaya-tetap-turun-gunung-bersihbersih-kali