Gebrakan PT PAL di Usia 46, Garap Kapal Selam Tanpa Awak dan Laser Weapon
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 06 Apr 2026 09:43 WIB
jatimnow.com - Ambisi Indonesia untuk berdaulat di laut kini memasuki babak baru. Memasuki usia ke-46, PT PAL Indonesia tidak lagi sekadar menjadi galangan kapal konvensional, melainkan bertransformasi menjadi pusat inovasi teknologi maritim terintegrasi guna memperkuat industri maritim nasional di kancah global.
Pergeseran paradigma ini menuntut perusahaan untuk melampaui batas pembangunan kapal militer dan niaga. Fokus kini bergeser pada penguasaan teknologi mutakhir, digitalisasi rantai pasok, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan pemain mancanegara.
Baca Juga: PT PAL Raih Penilaian Sangat Memuaskan dari Angkatan Laut Filipina
Salah satu lompatan teknis yang mencuri perhatian adalah pengembangan Kapal Selam Otonom (KSOT). Kapal tanpa awak ini dirancang untuk menjalankan misi pengawasan dan pengintaian bawah laut di titik-titik strategis, berfungsi sebagai penguat sistem pertahanan nasional.
Tidak hanya unit kapal, PT PAL juga merambah ke sistem persenjataan presisi. Perusahaan tengah menggarap torpedo Piranha dengan pemandu akustik canggih serta teknologi laser weapon berbasis energi terarah.
Inovasi tersebut diklaim jauh lebih efisien dan lincah dalam menghadapi dinamika ancaman di laut lepas saat ini.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa keberanian untuk berinovasi adalah harga mati bagi pertumbuhan sektor maritim.
Baca Juga: Menko AHY Tinjau PT PAL, Perkuat Industri Maritim dan Galangan Kapal Nasional
"Kami percaya industri ini hanya bisa tumbuh jika disokong penguasaan teknologi dan kualitas SDM. Hari ini, peran kami meluas. Kami membangun ekosistem industri yang tidak hanya memperkuat pertahanan, tapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi bangsa," kata Kaharuddin dalam keterangannya, Senin (06/4/2026)
Sebagai entitas yang memegang amanah sebagai National Consolidator, PT PAL memiliki tanggung jawab besar untuk menyeragamkan kualitas galangan kapal di seluruh tanah air.
Langkah modernisasi fasilitas produksi dan kapabilitas engineering dilakukan secara masif agar standar produk Indonesia diakui di pasar internasional.
Baca Juga: PT PAL Ekspansi ke Lamongan, Siapkan Workshop Baru dan Beasiswa Warga
Strategi konsolidasi ini mencakup penguatan jaringan pemasok lokal. Dengan demikian, proyek-proyek strategis seperti kapal frigate, kapal rumah sakit, hingga platform energi lepas pantai dapat menggerakkan roda ekonomi domestik secara lebih luas.
Kaharuddin menegaskan, posisi sebagai konsolidator membuat PT PAL harus menjadi dirigen bagi industri galangan kapal nasional.
"Kami mengintegrasikan kekuatan mulai dari penguatan rantai pasok hingga penguasaan teknologi. Ini adalah fondasi utama agar industri maritim kita benar-benar mandiri dan punya taji di persaingan internasional," tutupnya.
Editor : Ali Masduki