Strategi Hemat Energi Tanpa Turunkan Produktivitas
- Penulis : Ali Masduki
- | Jumat, 03 Apr 2026 13:28 WIB
jatimnow.com - Strategi hemat energi kini menjadi kunci menjaga produktivitas di tengah tekanan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG). Pendekatan efisiensi tidak identik dengan pembatasan aktivitas, melainkan pengaturan penggunaan energi agar lebih tepat sasaran.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, menyebut penghematan energi bergantung pada kecermatan dalam mengelola sumber daya yang tersedia.
Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim
“Dengan ketersediaan yang ada, kita harus mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat, didukung mitigasi risiko yang baik, pemanfaatan sistem digital, serta tata kelola yang lebih rapi,” ujarnya.
Di tingkat rumah tangga, langkah efisiensi bisa dimulai dari penggunaan listrik sesuai kebutuhan hingga memilih perangkat berdaya rendah.
Pengelolaan konsumsi gas juga perlu diperhatikan, termasuk merencanakan penggunaan BBM untuk mobilitas harian dengan mempertimbangkan jarak, kondisi jalan, dan urgensi aktivitas.
Pola tersebut membuat konsumsi energi lebih terkendali tanpa mengganggu aktivitas harian. Dalam jangka panjang, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya berpeluang diperluas, terutama jika didukung kebijakan subsidi bertahap.
Pada sektor industri, efisiensi diterapkan melalui perencanaan energi berbasis target produksi dan pendapatan. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membantu menekan biaya sekaligus menjaga kualitas output.
Desain sistem produksi yang efisien serta penggunaan pencahayaan hemat energi turut memperkuat penghematan.
Di saat yang sama, sumber energi non-fosil seperti tenaga surya, air, dan angin mulai dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.
Peran pemerintah juga menentukan, terutama dalam penyediaan infrastruktur yang mendukung efisiensi energi. Jalan yang rusak, misalnya, meningkatkan konsumsi BBM kendaraan.
“Perbaikan jalan darat secara berkala penting agar penggunaan BBM lebih efisien. Jalan yang buruk membuat konsumsi energi meningkat dan biaya ikut membengkak,” kata Ciplis.
Baca Juga: Efisiensi Bongkar Muat di Pelabuhan Jambi Percepat Distribusi Barang
Pengembangan jalan tol serta penguatan transportasi laut dan udara dinilai mampu menekan konsumsi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah juga perlu membangun sistem data transportasi dan distribusi yang terintegrasi agar arus barang dan jasa lebih efisien.
Wakil Ketua Kadin Jawa Timur, Edi Purwanto, menilai efisiensi energi bukan berarti mengurangi aktivitas ekonomi.
“Efisiensi bertujuan meminimalkan pemborosan dalam aktivitas. Kuncinya ada pada skala prioritas dan pengukuran yang jelas,” ujarnya.
Ia mendorong langkah konkret seperti substitusi energi dari BBM ke listrik atau gas, pengaturan jam operasional industri, serta perawatan rutin mesin produksi.
Evaluasi sistem transportasi dan logistik juga penting karena sektor tersebut menyerap energi dalam jumlah besar.
Baca Juga: ITS Ciptakan Bensin Sawit Efisien, Solusi Cerdas Tekan Impor BBM Fosil
Digitalisasi menjadi salah satu solusi cepat. Pertemuan daring mampu mengurangi mobilitas fisik tanpa menurunkan produktivitas kerja.
Data menunjukkan konsumsi energi terbesar rumah tangga masih berasal dari sektor transportasi, dengan penggunaan BBM berkisar 3 hingga 12 liter per hari.
Sementara konsumsi listrik dan BBG relatif stabil. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan mobilitas menjadi titik paling menentukan dalam strategi efisiensi.
Pendekatan terintegrasi antara rumah tangga, industri, dan kebijakan pemerintah membuka peluang penghematan energi tanpa mengorbankan kinerja ekonomi.
Efisiensi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi keterbatasan energi di masa depan.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83494-strategi-hemat-energi-tanpa-turunkan-produktivitas