Selasa, 21 Jul 2026 23:10 WIB

Pertamina dan BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Subsidi di Jatim Kembali Normal

Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas turun langsung memantau rantai pasok hingga penyaluran BBM. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)
Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas turun langsung memantau rantai pasok hingga penyaluran BBM. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Distribusi BBM subsidi di Jawa Timur mulai kembali normal setelah sempat memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

PT Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turun langsung memantau rantai pasok hingga penyaluran BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Ekonom UB: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

Pemantauan berlangsung selama dua hari, 1-2 Juli 2026, dengan meninjau Terminal BBM sebagai titik pasokan hingga SPBU yang menjadi lokasi penyaluran kepada konsumen.

Dalam kunjungan tersebut hadir Kepala BPH Migas, jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, serta Wakil Ketua Ombudsman RI.

Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Surabaya dan Gresik mulai berkurang signifikan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan kondisi di lapangan jauh lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya.

"Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean kendaraan sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean sekitar lima hingga enam truk sasis panjang dan situasi tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat," terangnya.

Menurut Wahyudi, tingginya aktivitas logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak dan kawasan Gresik menyebabkan kebutuhan Biosolar meningkat pada akhir Juni.

Ia menjelaskan lonjakan distribusi barang terjadi pada periode 22-26 Juni 2026 sehingga sejumlah SPBU mengalami peningkatan permintaan, terutama SPBU Tol Surabaya-Gempol Km 26, Tambak Osowilangun, Tambak Langon, dan Kebomas Gresik.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi melalui penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, mempercepat pengiriman BBM, serta menerapkan skema alih suplai dari Terminal BBM terdekat.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan perusahaan memprioritaskan pengiriman ke wilayah dengan kebutuhan tertinggi.

"Pertamina memprioritaskan pengiriman dari Terminal BBM supply point dan melakukan alih suplai dari terminal terdekat. Frekuensi alih suplai ditingkatkan hingga dua kali lipat agar pasokan bertambah dan kebutuhan energi masyarakat lebih cepat terpenuhi. Mobil tangki juga diprioritaskan ke wilayah dengan kendala pasokan dan permintaan tertinggi," katanya.

Selain tingginya aktivitas logistik, meningkatnya konsumsi BBM juga dipengaruhi mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah yang memadati jalur darat, laut, maupun udara menuju Surabaya.

Baca Juga: Tahun Baru Islam, Pasokan LPG 3 Kg di Jatim Ditambah 922 Ribu Tabung

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pengelolaan antrean di SPBU dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Menurutnya, Pertamina mengoptimalkan petugas pengatur antrean di SPBU serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas di masing-masing daerah.

"Kami terus memantau ketersediaan BBM di seluruh SPBU dan menerapkan early warning system ketika terjadi lonjakan permintaan. Stok seluruh jenis BBM dalam kondisi aman di SPBU maupun Terminal BBM Pertamina Patra Niaga di Jawa Timur. Masyarakat kami imbau tetap tenang serta menggunakan energi sesuai kebutuhan," ujar Ahad.

Pertamina juga memastikan pasokan BBM subsidi terus dipantau bersama BPH Migas agar penyalurannya tetap tepat sasaran sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan sektor logistik di Jawa Timur.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.