Laba SIG Tetap Tangguh Rp191 Miliar di Tengah Lesunya Pasar Semen
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 31 Mar 2026 18:20 WIB
jatimnow.com - Lesunya industri konstruksi sepanjang tahun lalu tidak menghalangi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk tetap mendulang cuan.
Perusahaan berkode saham SMGR ini menutup tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar.
Baca Juga: Iwan Sunito Bawa Wawasan Bisnis Global Lewat Roadshow Indonesia
Capaian tersebut lahir dari pendapatan konsolidasian sebesar Rp35,24 triliun. Meski kondisi pasar dalam negeri sedang tidak menentu, raksasa semen pelat merah ini berhasil menjaga kestabilan operasional melalui volume penjualan yang mencapai 37,93 juta ton.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kinerja SIG 2025 tetap kokoh berkat langkah mitigasi yang tepat sejak pertengahan tahun.
Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa perseroan mengubah haluan dengan memperkuat cengkeraman di pasar mikro serta menggenjot efisiensi biaya. Langkah ini terbukti ampuh meredam tekanan beban pokok pendapatan yang berhasil ditekan sebesar 0,3%.
"Langkah transformasi yang kami mulai sejak Juli 2025 membuat daya saing perusahaan jauh lebih lincah. Kami mampu menjaga profitabilitas meski dinamika pasar semen domestik sedang melambat," ujar Vita dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3/2026).
Menariknya, di saat permintaan domestik melandai, SIG justru agresif di pasar internasional. Penjualan regional melonjak 14,3% secara tahunan menjadi 7,95 juta ton.
Selain itu, manajemen keuangan yang disiplin sukses memangkas biaya keuangan bersih hingga 32,7%. Angka ini menjadi suntikan segar bagi kesehatan neraca keuangan perseroan secara keseluruhan.
Baca Juga: Efisiensi Bongkar Muat di Pelabuhan Jambi Percepat Distribusi Barang
Menatap tahun 2026, SIG tidak ingin sekadar bertahan. Perseroan tengah merampungkan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, hasil kongsi strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Fasilitas ini diproyeksikan mulai mengirim semen ke luar negeri pada medio 2026 dengan target kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Kolaborasi ini juga menyasar ceruk pasar baru di bidang stabilisasi tanah (soil stabilization) untuk memperluas portofolio bisnis konstruksi.
Di sisi lain, laba SIG yang diraih tahun ini berjalan beriringan dengan penurunan emisi karbon. Intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 turun ke angka 561 kg CO2 per ton semen, atau menyusut 21�ri basis data tahun 2010.
Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton
Pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif (refuse-derived fuel) dan penggunaan panel surya menjadi motor utama di balik efisiensi energi ini.
Pada 2025, SIG mengonsumsi lebih dari 681 ribu ton bahan bakar alternatif, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bagi kami, aspek keberlanjutan adalah keunggulan kompetitif. Kemampuan perusahaan menyelaraskan target lingkungan dengan efisiensi biaya justru membuat kami lebih tahan banting dalam menghadapi situasi ekonomi global maupun domestik," pungkas Vita.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83422-laba-sig-tetap-tangguh-rp191-miliar-di-tengah-lesunya-pasar-semen