Rabu, 22 Jul 2026 03:47 WIB

Alumni Pandegiling Bangkitkan Spirit Reformasi di Surabaya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 29 Mar 2026 17:33 WIB
Ratusan alumni dan aktivis lintas daerah menghadiri Reuni 30 Tahun Pandegiling di Graha Widya Untag Surabaya, Minggu (29/3/2026). (Foto: Alumni Pandegiling for jatimnow.com)
Ratusan alumni dan aktivis lintas daerah menghadiri Reuni 30 Tahun Pandegiling di Graha Widya Untag Surabaya, Minggu (29/3/2026). (Foto: Alumni Pandegiling for jatimnow.com)

jatimnow.com - Reuni 30 tahun alumni Pandegiling menjadi ruang bertemunya kembali para aktivis lintas daerah yang pernah bergerak bersama di masa menjelang reformasi.

Pertemuan di Graha Widya Untag Surabaya, Minggu (29/3/2026), tidak sekadar temu kangen, tetapi juga upaya merawat semangat demokrasi yang pernah diperjuangkan di era penuh tekanan politik.

Baca Juga: Inspiratif! Santri Jalanan Ini Raih Gelar Doktor dari Untag Surabaya

Sejumlah peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai Ponorogo, Banyuwangi, Madura, Malang hingga Jombang. Mereka membawa kembali ingatan tentang masa ketika perbedaan latar belakang melebur dalam satu tujuan, yakni perubahan.

Ketua panitia, Baktiono, menyebut pertemuan tersebut sebagai momen langka setelah tiga dekade berpisah. Para peserta dulu datang dari beragam elemen masyarakat, sebagian bahkan belum saling mengenal.

“Ini momen bersejarah. Setelah 30 tahun, kami akhirnya bisa berkumpul lagi. Kami dulu berasal dari latar belakang berbeda, tetapi menjadi seperti saudara karena berjuang untuk demokrasi yang lebih baik,” ujar Baktiono.

Ia mengingatkan kembali peran Jalan Pandegiling nomor 223 yang menjadi titik temu aktivis muda pada era 1990-an. Dari tempat itu, diskusi dan gagasan perubahan disusun, meski dibayangi risiko penangkapan.

Pada masa tersebut, ruang kritik terhadap pemerintah sangat sempit. Aktivitas menyuarakan pendapat sering berujung ancaman.

Sejumlah alumni dan aktivis Pandegiling berdiri di atas panggung saat Reuni 30 Tahun di Graha Widya Untag Surabaya, Minggu (29/3/2026), berbagi kenangan sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan demokrasi era 1990-an. (Foto: Alumni Pandegiling for jatimnow.com)Sejumlah alumni dan aktivis Pandegiling berdiri di atas panggung saat Reuni 30 Tahun di Graha Widya Untag Surabaya, Minggu (29/3/2026), berbagi kenangan sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan demokrasi era 1990-an. (Foto: Alumni Pandegiling for jatimnow.com)

Baca Juga: Kader GMNI Jatim Desak Pemulihan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Meski tidak semua alumni bisa hadir karena faktor usia dan kesehatan, dukungan tetap mengalir. Banyak di antara mereka menitipkan pesan agar semangat kebersamaan tetap dijaga.

Baktiono berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai nostalgia. Ia ingin nilai perjuangan yang dulu diperjuangkan bisa diwariskan kepada generasi muda.

“Kami dulu bergerak tanpa memikirkan imbalan. Tujuannya sederhana, Indonesia menjadi lebih baik. Semangat itu yang ingin kami teruskan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang juga bagian dari lingkar aktivis saat itu, mengaitkan reuni dengan tradisi halal bihalal di bulan Syawal.

Baca Juga: Lewat RUU Baru, Wamen HAM Mugiyanto Jamin Pembela HAM Tak Bisa Dipidana

“Kebetulan masih bulan Syawal, jadi sekaligus halal bihalal dengan teman-teman lama. Dulu poskonya di Pandegiling, tempat kami bergerak melawan Orde Baru,” kata Armuji.

Ia mengenang Posko Pandegiling sebagai pusat pergerakan yang berada di kantor almarhum Sutjipto. Tempat tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus koordinasi aksi.

Menurut Armuji, pertemuan tersebut menghadirkan kembali wajah-wajah lama yang telah lama terpisah sejak masa perjuangan. Meski waktu berlalu, semangat yang mereka bawa tidak berubah.

“Ini kenangan lama yang bisa kami refleksikan kembali. Teman-teman dari berbagai kota hadir, dan semangatnya tetap sama,” ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.