Selasa, 21 Jul 2026 19:11 WIB

Inspiratif! Santri Jalanan Ini Raih Gelar Doktor dari Untag Surabaya

Muhammad Arifin, mantan anak jalanan dan santri, meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi di Untag Surabaya. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Muhammad Arifin, mantan anak jalanan dan santri, meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi di Untag Surabaya. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Perjalanan hidup Muhammad Arifin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Pernah merasakan kerasnya kehidupan sebagai anak jalanan dan menempuh pendidikan di pesantren, Arifin kini berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Gelar tersebut diraih setelah mempertahankan disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengadaan Buku pada Satuan Pendidikan Dasar di Kota Surabaya, yang mengkaji efektivitas penerapan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan pendidikan.

Baca Juga: Kombes Ganis Raih Doktor Unair, Angkat Peran Strategis Polwan

"Alhamdulillah, gelar doktor ini bagian dari proses hidup saya. Semoga membawa berkah dan memberi manfaat bagi banyak orang," ujar Arifin, di Untag Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Perjalanan Arifin menuju jenjang akademik tertinggi tidak ditempuh dengan mudah. Sejak kecil, ia harus menghadapi keterbatasan ekonomi dan sempat menjalani kehidupan di jalanan. Kondisi tersebut tidak memadamkan tekadnya untuk terus belajar.

Pendidikan pesantren menjadi titik balik dalam hidupnya. Arifin menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya dan Pondok Pesantren Mojosari Nganjuk. Lingkungan pesantren membentuk karakter disiplin, mandiri, sederhana, dan mencintai ilmu pengetahuan.

"Keterbatasan ekonomi tidak boleh membuat kita patah semangat. Semangat kita justru harus lebih besar dibanding mereka yang hidup berkecukupan," katanya.

Dalam penelitian doktoralnya, Arifin tidak hanya mengevaluasi implementasi digitalisasi pengadaan buku di sekolah dasar.

Baca Juga: Kader GMNI Jatim Desak Pemulihan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Ia juga mengembangkan Model Implementasi Digital-Administratif yang mengintegrasikan teknologi digital, kapasitas sumber daya manusia, koordinasi antarlembaga, kepercayaan digital, dan tata kelola data sebagai fondasi pengelolaan pendidikan yang lebih efektif.

Pengalaman akademik tersebut selaras dengan profesinya selama ini. Arifin dikenal sebagai pengusaha di bidang buku, dosen di perguruan tinggi swasta, sekaligus dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PCNU Kota Surabaya.

Menurutnya, dunia buku memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Buku bukan sekadar komoditas pendidikan, tetapi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi menggapai masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Keberhasilan Muhammad Arifin menjadi doktor menambah deretan kisah inspiratif bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah kehidupan.

Dari seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan hingga meraih gelar akademik tertinggi, ia menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan kesempatan belajar mampu membuka masa depan yang lebih baik.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.