Miliki Nilai Historis, Wagub Emil Rayakan Lebaran Ketupat di Trenggalek
- Penulis : Bramanta
- | Sabtu, 28 Mar 2026 15:15 WIB
jatimnow.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak merayakan lebaran ketupat di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Didampingi istrinya, Arumi Bachsin, Emil bersilaturahmi dengan tokoh agama di Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan Trenggalek. Tradisi lebaran ketupat di wilayah tersebut bermula dari pondok pesantren ini yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Meski di beberapa daerah juga menggelar tradisi lebaran ketupat, namun bagi Emil Dardak tradisi di Durenan Trenggalek ini memiliki kesan berbeda karena nilai historisnya. Dalam tradisi ini, setiap warga akan melakukan silaturahmi dan disuguhkan makanan ketupat lengkap dengan sayur nangka serta aneka lauk pauk lain.
Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight
"Tradisi lebaran ketupat atau kupatan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih terjaga hingga saat ini," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Dalam tradisi tersebut, Emil berkesempatan untuk memberangkatak arak-arakan tumpeng berisi ketupat. Tumpeng setinggi dua meter ini diarak keliling desa dan warga berebut ketupat di dalamnya saat tiba di garis finish. Setiap tahun Emil selalu merayakan lebaran ketupat di Trenggalek. Selain berkumpul dengan keluarga besar, Emil juga bersilaturahmi ke sejumlah tokoh ulama.
Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung
"Selain saya masih memiliki keluarga di Trenggalek silaturahmi yang tepat adalah saat lebaran ketupat," tuturnya.
Salah satu keluarga Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan Trenggalek, Muhammad Al Haidar menceritakan, tradisi kupatan sudah ada sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini bermula karena kebiasaan keluarga pondok yang melakukan puasa sunnah Syawal usai merayakan Lebaran. Setelah selesai puasa keluarga pondok baru menggelar open house. Tradisi ini turun temurun terjaga hingga saat ini, dan menjadi kebiasaan warga lainnya.
Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya
"Karena keluarga pondok diajarkan untuk puasa sunnah syawal, warga tidak berani sowan ke mbah kyai, baru sowan setelah puasa Syawal selesai" pungkasnya.
Editor : Bramanta