Sabtu, 20 Jun 2026 14:26 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Ajak Jadikan Idul Fitri Momentum Menata Kepatuhan

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 26 Mar 2026 14:23 WIB
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, mengajak umat Islam menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai sarana refleksi spiritual untuk menata kembali kehidupan dan meningkatkan kepatuhan kepada Allah SWT setelah menjalani ibadah Ramadan.

Prof. Hepni menegaskan bahwa makna Idulfitri tidak hanya sebatas perayaan, tetapi harus dimaknai sebagai perubahan sikap hidup menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kiai Asal Bondowoso Bawa Belasan Santri Ikuti UM-PTKIN di UIN KHAS Jember

“Id itu adalah hari ketika seseorang tidak lagi bermaksiat kepada Allah SWT,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, esensi Idulfitri terletak pada proses kembali dari kebiasaan melanggar menuju kepatuhan penuh terhadap perintah Allah. Menurutnya, makna tersebut sejalan dengan konsep ar-ruju’ minal mukhalafah ilal muwafaqah, yakni kembalinya manusia dari penyimpangan menuju ketaatan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemenangan sejati dalam Islam tidak diukur dari kemeriahan perayaan, melainkan dari tingkat ketakwaan seseorang setelah Ramadan.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

“Orang yang menang adalah mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bertakwa, serta takut kepada Allah,” katanya.

Prof. Hepni juga menyebut Ramadan sebagai proses pembinaan spiritual melalui puasa dan ibadah malam yang dilakukan secara konsisten. Proses tersebut, lanjutnya, menjadi sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang membentuk kualitas spiritual umat Islam.

“Melalui puasa dan ibadah malam Ramadan, seseorang mengalami pembersihan dosa hingga kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Ia menambahkan, proses tersebut merupakan bagian dari manajemen qalbu, yakni penguatan spiritual melalui pengendalian diri dan penghayatan ibadah. Oleh karena itu, ia berharap umat Islam mampu mempertahankan kualitas ibadah dan ketakwaan setelah Ramadan berakhir.

“Idulfitri sejatinya adalah momentum lahir kembali secara spiritual, menjadi pribadi yang bersih dan lebih taat,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.