Rabu, 22 Jul 2026 07:18 WIB

Terobosan BUMD Jatim, PT JGU Inisiasi Rantai Pasok Daging Halal

Direktur Keuangan PT JGU, Firman Dwi Kriatmojo, saat menerima penghargaan dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Selasa (24/3/2026). (Foto: FJN for jatimnow.com)
Direktur Keuangan PT JGU, Firman Dwi Kriatmojo, saat menerima penghargaan dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Selasa (24/3/2026). (Foto: FJN for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Jatim Graha Utama (JGU) tengah menyiapkan langkah besar dalam industri pangan dengan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) Halal tingkat provinsi pertama di Jawa Timur.

Proyek strategis ini dirancang untuk menjawab kebutuhan standarisasi produk daging sekaligus meningkatkan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: FJN Minta Prabowo Turun Tangan Bebaskan Jurnalis RI di Israel

Selama ini, fasilitas pemotongan hewan bersertifikat halal hanya tersedia di level kabupaten atau kota. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh PT JGU untuk menghadirkan layanan serupa di skala yang lebih luas.

"RPH halal tingkat provinsi ini kami targetkan mulai beroperasi pada pengujung 2026," ungkap Direktur Keuangan PT JGU, Firman Dwi Kriatmojo, usai menerima penghargaan dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Selasa (24/3/2026).

Pria yang akrab disapa Ponco ini menjelaskan, operasional fasilitas tersebut nantinya akan dikelola melalui anak perusahaan, yakni PT Puspa Agro. Langkah ini diambil karena Puspa Agro dinilai sudah memiliki infrastruktur pendukung yang memadai untuk menjalankan ekosistem tersebut.

Inisiatif itu muncul menyusul dorongan dari DPRD Jawa Timur agar jajaran direksi BUMD lebih lincah menangkap peluang pasar.

Baca Juga: BUMD Jatim: PAD Minim, Direksi Kaya, Ada Apa di Baliknya?

Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi, sebelumnya meminta perusahaan plat merah milik pemprov tidak hanya bergerak di zona nyaman, melainkan harus melahirkan terobosan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Proyek RPH Halal ini juga menjadi jawaban konkret atas arahan Gubernur Jawa Timur guna memperkuat ekosistem produk halal dari hulu hingga hilir.

Mengingat Jawa Timur merupakan lumbung daging nasional dengan kontribusi mencapai 20 persen atau sekitar 96,9 ribu ton dari total produksi sapi nasional pada 2024, kehadiran RPH berskala provinsi menjadi sangat mendesak.

Baca Juga: Foto: Haul Dua Tahun Rizal Ramli

"Kami ingin menjamin masyarakat mendapatkan akses daging yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sah secara syariat. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga rantai pasok daging nasional tetap aman dan terintegrasi," tegas alumnus Universitas Airlangga tersebut.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.