Lezatnya Rujak Cingur Legendaris Berusia 87 Tahun di Surabaya
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Senin, 23 Mar 2026 13:54 WIB
jatimnow.com - Tua-tua keladi, makin tua makin jadi, sebuah peribahasa yang layak disematkan pada kedai rujak cingur yang terletak di Jalan Genteng Durasim nomor 29, Genteng, Surabaya.
Di usianya yang telah menginjak 87 tahun, Rujak Cingur Genteng Durasim makin laris diburu pecinta kuliner. Bahkan tidak sedikit dari pelanggan yang hadir ke sana adalah pejabat publik maupun selebritis.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Maka tak heran jika setiap sudut dari ruangan berukuran sekitar 25 meter persegi yang disediakan bagi pelanggan, dipenuhi foto sejumlah selebritis hingga pejabat. Mereka adalah pelanggan yang pernah mencicipi lezatnya salah satu kuliner legendaris khas Kota Pahlawan tersebut.
Sebelum disajikan, pelanggan akan terlebih dahulu ditanya tingkat kepedasan rujak cingur yang ingin mereka santap. Setelah itu, pelayan dengan cekatan akan langsung menyiapkan pesanan dari setiap pelanggannya.
Selang sekitar lima menit, pesanan tersebut sudah tersaji dan siap dinikmati. "Kita bisa cepat proses karena memang sekali membuat bumbunya bisa untuk 30 porsi," kata pemilik kedai, Rubiati (72) saat ditemui beberapa waktu lalu.
Potongan cingur (hidung sapi) rebus, timun, nanas, mangga, tahu, tempe, lontong, dan rebusan mie kuning, kangkung, serta kecambah bercampur menjadi satu. Bumbu kecokelatan berbahan dasar kacang goreng yang dicampur gula merah, pisang batu, petis, ditambah air asam disiram menyelimuti potongan tadi.
Kenyalnya cingur, ditambah segarnya buah dan sayur, serta lembutnya lontong berpadu aroma khas dari bumbu petis melahirkan sensasi rasa yang unik. Gurihnya tahu tempe, serta manis dan pedasnya bumbu kacang, seolah menyempurnakan setiap suapan dari rujak cingur yang tersaji.
Rujak cingur yang dijual di sana terbagi ke dalam dua kategori. Ada rujak cingur biasa yang dibanderol dengan harga Rp 35 ribu per porsi, dan rujak cingur spesial yang dijual dengan harga Rp 50 ribu.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan
Rubiati adalah generasi ketiga yang meneruskan kedai Rujak Cingur Genteng Durasim. Ibu dua anak tersebut mengaku tidak pernah mengubah resep yang diwariskan leluhurnya.
"Saya mulai mengelola ini saat usia masih 22 tahun. Sekarang sudah 72 tahun. Berarti sudah 50-an tahun saya di sini," ujarnya.
Di antara kelebihan Rujak Cingur Genteng Durasim adalah menggunakan cingur asli, tidak dicampur kikil. Kemudian, bumbu kacang yang lebih kental membuat setiap porsi yang disajikan terasa lebih sedap.
Rujak Cingur Genteng Durasim juga membuat petis sendiri yang resepnya diwariskan turun temurun. Kemudian dicampur bumbu petis dari salah satu produsen di Kabupaten Sidoarjo, yang telah menjadi langganan sejak kedai tersebut berdiri.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan
"Kan itu petisnya campuran dari petis ikan dan udang. Kita punya takarannya sendiri biar lebih enak," ucapnya.
Memasuki usia 72 tahun, Rubiati sadar aktivitasnya mulai terbatas. Maka dari itu ia mulai mempercayakan kepada cucunya untuk mengelola Rujak Cingur Genteng Durasim. Sementara ia lebih banyak mengawasi dan mengarahkan, sambil sesekali bercengkerama denga para pelanggannya.
"Apalagi saya kan sempat sakit, opname juga," kata dia.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-83263-lezatnya-rujak-cingur-legendaris-berusia-87-tahun-di-surabaya