Kurun Waktu 5 Tahun, KEK Gresik Catatkan 30 Persen dari Total Investasi Nasional
- Penulis : Bramanta
- | Jumat, 20 Mar 2026 09:20 WIB
jatimnow.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik mencatat nilai investasi mencapai Rp106,3 triliun pada periode 2021-2025, dan menjadikannya sebagai kawasan industri strategis nasional dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.
External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut berasal dari periode 2021 hingga 2025. Sementara sebelum ditetapkan sebagai KEK, kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) telah mencatat investasi sebesar Rp5,2 triliun.
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
“Secara akumulatif, total investasi sebelum dan sesudah penetapan KEK mencapai Rp111,5 triliun,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Selain berkontribusi terhadap investasi, KEK Gresik juga memberikan dampak ekonomi di tingkat daerah. Hal ini terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik yang naik dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025.
Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik juga menurun dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir, seiring bertambahnya lapangan kerja dari industri yang beroperasi di kawasan tersebut.
Roro menambahkan, KEK Gresik tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur sosial.
“Program CSR kami dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan industri,” katanya.
Baca Juga: Transaksi Saham di Wilayah OJK Kediri Capai Rp3,63 T, Naik 113,28 Persen
Dengan kontribusi investasi yang mencapai hampir sepertiga dari total nasional, KEK Gresik dinilai terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih terjaga dengan baik. Sejumlah indikator seperti indeks keyakinan konsumen, sektor ritel, serta daya beli masyarakat menunjukkan tren positif, yang menandakan fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah dinamika global.
“Indikator makro menunjukkan kondisi yang cukup solid. Inflasi tetap terkendali, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di atas level 53, salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyebutkan bahwa KEK secara nasional terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan
Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK di Indonesia mencapai Rp82,6 triliun atau 98 persen dari target. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan KEK berhasil menyerap 88.541 tenaga kerja, melampaui target yang ditetapkan.
“Hal ini menunjukkan KEK semakin efektif sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah,” pungkasnya.
Editor : Bramanta