Kamis, 18 Jun 2026 18:56 WIB

Idul Fitri Jatuh Hari Jumat, Masih Wajibkah Salat Jumat? Ini Aturannya

Umat menunaikan salat Id, di Masjid Al Akbar Surabaya tahun lalu. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Umat menunaikan salat Id, di Masjid Al Akbar Surabaya tahun lalu. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Fenomena kalender yang menempatkan Idul Fitri tepat pada hari Jumat sering kali memicu keraguan di kalangan umat Islam.

Pertanyaan utamanya selalu sama, apakah seseorang yang sudah menunaikan salat Id masih memiliki kewajiban untuk datang ke masjid pada siang harinya guna melaksanakan salat Jumat?

Baca Juga: Mbak Vinanda Silaturahmi ke Ulama Kota Kediri di Momen Idul Fitri

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, menjelaskan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah memiliki landasan hukum yang jelas sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Islam, menurutnya, menyediakan ruang fleksibilitas atau rukhsah (keringanan) saat dua hari raya bertemu dalam satu waktu.

"Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa siapa pun yang sudah melaksanakan salat Id, maka itu sudah mencukupi baginya sehingga tidak wajib lagi ikut salat Jumat. Namun, Nabi sendiri memilih untuk tetap menyelenggarakan salat Jumat di masjid," ujar Ulul Albab saat memberikan tinjauan keagamaan di Surabaya.

Banyak masyarakat salah kaprah menganggap keringanan ini sebagai penghapusan ibadah secara total.

Ulul menekankan bahwa bagi mereka yang memilih tidak ke masjid untuk salat Jumat, kewajiban mereka bergeser menjadi salat Dzuhur di rumah masing-masing.

Landasan ini merujuk pada hadis riwayat Abu Dawud yang menyatakan bahwa salat Id bisa menggantikan posisi salat Jumat bagi individu tertentu, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat keramaian atau memiliki kendala teknis saat perayaan lebaran.

Tiga Kelompok Pendapat

Dalam praktiknya di Indonesia, para ulama membagi cara menyikapi kondisi ini ke dalam beberapa perspektif:

1. Kelompok Teguh

Baca Juga: Jasa Sewa iPhone di Tulungagung Laris Manis Saat Lebaran

Tetap mewajibkan salat Jumat bagi setiap muslim laki-laki tanpa kecuali, mengacu pada hukum asal salat Jumat.

2. Kelompok Moderat

Memperbolehkan umat absen salat Jumat asal sudah salat Id, namun wajib menggantinya dengan salat Dzuhur.

3.Perspektif MUI

Majelis Ulama Indonesia umumnya mengambil jalan tengah. Masjid-masjid tetap diminta menggelar salat Jumat untuk menjaga syiar, sementara warga diberikan pilihan sesuai kemantapan hati dan kondisi masing-masing.

Baca Juga: Harunya Pertemuan Keluarga di Lapas Blitar Saat Momen Idul Fitri

Lebih dari sekadar perdebatan hukum, momen "Jumat Lebaran" ini menjadi barometer kedewasaan spiritual masyarakat.

Ulul Albab menilai perbedaan cara ibadah ini merupakan kekayaan intelektual Islam, bukan alasan untuk saling menyalahkan.

"Memilih tetap berangkat salat Jumat adalah bentuk keteguhan menjalankan hukum asal (azimah). Sementara mengambil keringanan adalah bentuk penerimaan atas kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Keduanya benar selama didasari ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan," tambahnya.

Pada akhirnya, Idul Fitri yang bertepatan dengan hari Jumat menjadi pengingat bahwa agama Islam tidak hanya bicara soal aturan kaku, tetapi juga kebijaksanaan dalam melihat realitas sosial.

Umat diajak untuk tetap bijak dan saling menghargai pilihan ibadah sesama muslim di hari kemenangan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.