Rabu, 22 Jul 2026 10:23 WIB

Punya Hitungan Sendiri, Puluhan Warga di Tulungagung Gelar Salat Id

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 19 Mar 2026 09:31 WIB
Santri dan warga sekitar Ponpes Al Khoiriyah di Tulungagung gelar Salat Id hari ini. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Santri dan warga sekitar Ponpes Al Khoiriyah di Tulungagung gelar Salat Id hari ini. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan santri dan warga di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, menggelar pelaksanaan Salat Id hari ini. Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebelumnya melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari. Jemaah ini juga memulai ibadah puasa dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Syawal.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori mengatakan pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan Salat Id, yang berlangsung di Masjid Nur Muhammad. Masjid tersebut berada di dalam komplek Pondok Pesantren Al Khoiriyah. Terdapat sekitar 100 jemaah yang terdiri dari santri serta warga sekitar mengikuti pelaksanaan Salat Id ini.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Pelaksanaan Salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala," ujarnya, Kamis (19/04/2023).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Salat Id sendiri digelar tanpa menggunakan speaker. Jemaah melakukan takbir di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Salat Id. Setelah Salat Id, mereka saling bersalaman. Sejumlah jemaah juga melakukan ziarah ke makam yang berada di belakang masjid. "Jemaah ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal," terangnya.

Menurut Anshori pelaksanaan Salat Id lebih awal ini menjadi tradisi bagi Jemaah Al Muhdor. Mereka diketahui memiliki perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Ramadhan serta Syawal. Meskipun begitu tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. Mereka saling menghormati dan tidak pernah mempermasalahkannya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.