Tembus 67 Ribu Pemudik, Penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Melonjak 17,4%
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 14 Mar 2026 11:19 WIB
jatimnow.com - Arus mudik jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mulai menunjukkan lonjakan yang signifikan. Memasuki H-8 Lebaran 2026 (13 Maret 2026), jumlah penumpang kapal laut tercatat mengalami kenaikan sebesar 17,40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
General Manager Cabang Kalimas dan GSN Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa, Ana Adiliya mengungkapkan, total penumpang yang turun dan naik di Pelabuhan Tanjung Perak pada H-8 Lebaran 2026 mencapai 67.618 jiwa.
Baca Juga: Pelindo dan ALFI Jatim Satukan Langkah Benahi Layanan Pelabuhan
"Angka ini melonjak tajam dari rekor angkutan Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 57.595 jiwa," ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Dari total pergerakan penumpang tersebut, arus kedatangan paling banyak didominasi pemudik yang berlayar dari Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Penyelundupan 16 Burung Maleo dan 6 Rangkong
Tercatat ada 12.501 jiwa (26,71�ri total penumpang turun) yang berangkat dari Balikpapan. Adapun, untuk rute keberangkatan dari Tanjung Perak, Pelabuhan Lembar, Lombok menjadi rute terfavorit dengan total 4.571 penumpang (22,28%).
Ana melanjutkan, tingginya animo pemudik jalur laut ini diimbangi dengan frekuensi pelayaran yang padat. Hingga H-8, total kunjungan kapal mencapai 124 kapal tiba dan 123 kapal berangkat, dengan rata-rata pergerakan 16 kapal setiap harinya.
Baca Juga: Bea Cukai Tanjung Perak Bongkar Selundupan Miras dan Onderdil Asal China
Meski volume penumpang meningkat pesat, Ana memastikan seluruh kegiatan embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan) berjalan sangat aman dan lancar. Kondisi cuaca di perairan juga mendukung kelancaran mudik.
Cuaca terpantau cerah berawan dengan tinggi gelombang laut yang sangat tenang (hanya 0,1 meter) dan kecepatan angin sekitar 10 knots. Hingga saat ini, belum ada satu pun jadwal keberangkatan kapal yang tertunda akibat faktor cuaca.
Editor : Dadang Kurnia