Mbak Vinanda Paparkan Isu Strategis dalam Musrenbang RKPD Kota Kediri 2027
- Penulis : Yanuar D
- | Jumat, 13 Mar 2026 16:45 WIB
jatimnow.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memaparkan sejumlah isu strategis pembangunan tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Kediri 2027, Jumat (13/3/2026), di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.
Dalam forum tersebut, Vinanda menyampaikan beberapa isu strategis yang akan menjadi fokus pembangunan Kota Kediri. Di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur dan pembangunan kota berkelanjutan, pemantapan tata kelola pemerintahan, serta transformasi ekonomi dan penguatan investasi.
Baca Juga: Pemkot Kediri Tata Ulang CFD Agar Lebih Nyaman dan UMKM Berkembang
Menurutnya, program prioritas pembangunan dari pemerintah pusat, provinsi hingga daerah memiliki arah yang sama sehingga diharapkan dapat saling mendukung dalam pelaksanaannya.
“Program prioritas dari pusat, provinsi hingga daerah pada dasarnya sama, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sarana dan prasarana. Harapannya dapat saling mendukung sehingga pembangunan dari pusat hingga daerah bisa berjalan sinkron,” ujarnya.
Dalam Musrenbang tersebut juga dipaparkan rancangan tema RKPD Kota Kediri tahun 2027, yakni Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM, dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota.
Untuk mewujudkan tema tersebut, pemerintah menetapkan tujuh prioritas pembangunan. Meliputi penguatan layanan dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan kerukunan sosial dan kebudayaan lokal sebagai identitas kota, serta optimalisasi infrastruktur kota yang berkualitas dan berkelanjutan.
Selain itu juga peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan kualitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang responsif dan inovatif, penguatan pemberdayaan kelurahan serta ekonomi kerakyatan dan ekosistem pariwisata, serta penurunan angka kemiskinan dan peningkatan perlindungan sosial.
Vinanda menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan Kota Kediri. Kedua sektor tersebut dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu upaya yang dilakukan antara lain melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta program beasiswa bagi pelajar tingkat SMA hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: Hadiri Munas-Konbes NU, Mbak Vinanda Harap Lahir Keputusan Terbaik untuk Umat
“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena keduanya berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program BOSDA diharapkan membuat anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Selain itu, beasiswa untuk siswa SMA hingga perguruan tinggi juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan IPM,” jelasnya.
Terkait sektor fiskal, Vinanda menekankan bahwa seluruh perencanaan pembangunan harus benar-benar disusun berdasarkan skala prioritas. Meski pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama, sektor lain seperti infrastruktur tetap akan diperhatikan.
Pemerintah Kota Kediri juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta pihak swasta dalam mendukung pembiayaan pembangunan.
“Kita akan menyesuaikan dan berkolaborasi dengan provinsi maupun pusat. Jika ada program yang tidak bisa dibiayai melalui APBD, diharapkan dapat dibantu oleh pemerintah provinsi, pusat maupun swasta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kediri. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,74 persen. Angka ini dipengaruhi oleh karakteristik struktur ekonomi Kota Kediri yang memiliki kontribusi besar dari sektor industri pengolahan.
Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda
Apabila sektor industri pengolahan tidak dimasukkan dalam perhitungan, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menunjukkan tren yang lebih tinggi. Pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi tanpa industri pengolahan tercatat sebesar 5,09 persen, dan meningkat menjadi 7,33 persen pada tahun 2025.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri mencapai 82,71 dan menempati peringkat kelima di Jawa Timur. Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,76 persen atau turun 0,15 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun tingkat kemiskinan di Kota Kediri juga mengalami penurunan menjadi 6,04 persen atau turun 0,47 poin dibandingkan tahun 2024.
Dalam Musrenbang tersebut juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Partisipasi Bersama dalam rangka penyusunan RKPD Kota Kediri tahun 2027. Penandatanganan dilakukan oleh sejumlah perwakilan unsur masyarakat dan lembaga, antara lain Ketua Forum Anak, Ketua Fatayat NU, Ketua Aisyiyah, Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil, Sekretaris Eksekutif KADIN, Kepala BPS, Kepala DPUPR, Penjabat Sekretaris Daerah, Plt Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Ketua DPRD, serta Wali Kota Kediri.
Editor : Yanuar D