PLTS Terapung Karangkates Mulai Dibangun, Siap Terangi 100 Ribu Rumah Tangga
- Penulis : Dadang Kurnia
- | Rabu, 11 Mar 2026 15:56 WIB
jatimnow.com - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui PLN Nusantara Renewables resmi memulai fase konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Berdiri di atas area waduk seluas 71 hektare, megaproyek berkapasitas 100 MWac atau 133 MWp ini diproyeksikan mampu mengaliri listrik ramah lingkungan ke sekitar 100.000 rumah tangga.
Baca Juga: PLN NP Gandeng Mitsubishi Sulap Pembangkit Termal Jadi Aset Super Fleksibel
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan bahwa proyek ini dieksekusi oleh entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Pembangunan PLTS Terapung ini merupakan respons langsung atas penugasan PT PLN (Persero) sejak 2022 guna mendukung kemandirian energi nasional dan komitmen Paris Agreement.
“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan (EBT) nasional. Proyek ini bukan sekadar membangun pembangkit, tetapi mencerminkan kolaborasi dan pemanfaatan optimal aset negara untuk masa depan energi yang lebih hijau,” kata Ruly, Rabu (11/3/2026).
Memasuki pertengahan kuartal pertama 2026, proyek ini menunjukkan progres yang signifikan. Fase konstruksi telah resmi dimulai yang ditandai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari lalu.
Dari sisi pengadaan (procurement), material apung (floater) untuk kapasitas 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Saat ini, proses fabrikasi modul fotovoltaik (PV), inverter, dan sisa floater terus dikebut beriringan dengan proses persetujuan desain teknis (engineering).
Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, PLN NP Siapkan Jurus Amankan Pasokan Listrik Nasional
Sementara itu, proses penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area waduk telah rampung pada akhir Januari 2026. Sejumlah dokumen krusial seperti AMDAL dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) juga telah diselesaikan. Perizinan lanjutan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Maret 2026 ini.
Tidak hanya berdampak positif pada bauran kelistrikan, PLTS yang hanya memakan sekitar 5,3 persen dari total luasan Waduk Karangkates ini diyakini akan membawa multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, mengungkapkan bahwa PLTS ini memiliki daya tekan emisi yang sangat masif.
Baca Juga: PLN NP Pastikan Pasokan Listrik Aman Tunjang Aktivitas Pasca-Lebaran
“Pembangkit ini berpotensi menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara sosial ekonomi,” ungkap Ndaru.
Hadirnya PLTS Terapung Karangkates diperkirakan akan menyerap sekitar 600 tenaga kerja baru. Selain itu, proyek infrastruktur hijau ini juga diyakini mampu menarik investasi dan pendanaan internasional, mendorong roda ekonomi lokal, serta menciptakan potensi ekowisata baru di wilayah Kabupaten Malang.
Editor : Ni'am Kurniawan