Rabu, 22 Jul 2026 11:15 WIB

Antisipasi Harga Gabah Anjlok, DPRD Jember Minta Sekda Koordinasi dengan Bulog

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 05 Mar 2026 11:15 WIB
Foto: Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Komisi B DPRD Kabupaten Jember meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) segera berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah saat musim panen di tengah tingginya curah hujan.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan curah hujan yang tinggi di wilayah Jember menyebabkan kadar air pada gabah hasil panen meningkat. Kondisi tersebut membuat Bulog tidak dapat menyerap seluruh hasil panen petani karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

“Ketentuannya kadar air pada gabah tidak lebih dari 30 persen. Namun karena curah hujan tinggi, kadar air menjadi berlebih. Akibatnya ketika diproduksi menjadi beras dapat merusak mesin maklon dan harganya juga turun,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, tanpa campur tangan pemerintah, gabah milik petani berpotensi tidak terserap oleh Bulog. Hal itu juga dapat menyebabkan harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp6.500 per kilogram tidak tercapai di tingkat petani.

Candra berharap Sekda dapat segera melakukan koordinasi dengan pihak Bulog agar petani maupun Bulog tidak mengalami kerugian. Selain itu, pemerintah juga diminta segera melakukan sosialisasi mengenai standar kualitas gabah yang dapat diserap Bulog.

“Setidaknya Sekda bisa cepat berkoordinasi agar petani dan Bulog sama-sama tidak dirugikan. Sosialisasi tentang standar gabah yang bisa masuk ke Bulog juga perlu segera dilakukan,” tuturnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Sementara itu, seorang petani asal Kecamatan Kalisat, Hendrik Wibawono, mengaku bersyukur apabila DPRD Jember dapat memfasilitasi komunikasi antara petani dan Bulog di tengah kondisi sulit saat ini.

Ia menuturkan tingginya curah hujan tidak hanya meningkatkan kadar air pada gabah, tetapi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jember bagian timur dan utara. Kondisi tersebut membuat tanaman padi tergenang air sehingga menyerap air secara berlebih.

“Namun mau bagaimana lagi, hujan tidak bisa dihalangi. Satu-satunya cara kami meminta bantuan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Sebagai informasi, Bulog Cabang Jember mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 118 ribu ton sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur sekaligus melampaui target penyerapan yang telah ditetapkan.

Sementara untuk tahun 2026, pihak Bulog belum dapat merilis data penyerapan gabah karena sejumlah faktor, termasuk tingginya curah hujan yang memengaruhi kualitas hasil panen petani.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.