Sabtu, 20 Jun 2026 23:43 WIB

AI Ubah Industri Iklan 2026, Increa Media Tancap Gas dari Surabaya

CEO Increa Media, Nanda Rizky Amelia, memaparkan lanscape industri periklanan 2026 dalam media gathering di Surabaya, Rabu (4/3/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
CEO Increa Media, Nanda Rizky Amelia, memaparkan lanscape industri periklanan 2026 dalam media gathering di Surabaya, Rabu (4/3/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Increa Media Marketing Agency membuka babak baru kolaborasi dengan puluhan media di Jawa Timur lewat media gathering dan buka puasa bersama di The Alana Hotel Surabaya, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan berlangsung hangat, namun membawa pesan tegas bahwa industri periklanan 2026 bergerak cepat ke arah digitalisasi, personalisasi berbasis AI, dan pendekatan langsung brand ke pelanggan.

Baca Juga: Telkom Dorong Transformasi Digital Pendidikan Melalui Program Pijar Sekolah

Bagi pelaku usaha dan brand lokal, arah tersebut bukan sekadar tren. Perubahan perilaku konsumen memaksa strategi pemasaran beradaptasi.

Increa Media melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk menguatkan eksekusi dan kolaborasi lintas kanal, termasuk bersama media.

CEO Increa Media, Nanda Rizky Amelia, menyebut agensi yang berdiri sejak 2018 tersebut berkembang menjadi layanan pemasaran terintegrasi.

Timnya menggabungkan strategi media, event, aktivasi, hingga kampanye digital dalam satu jalur yang selaras dengan target bisnis klien.

“Kami membekali klien dengan strategi, perangkat, dan eksekusi yang presisi agar tetap unggul di tengah persaingan. Kami mengintegrasikan media, event, aktivitas, dan pemasaran dalam satu sistem untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Nanda.

Menurutnya, gelombang AI yang meledak dalam beberapa tahun terakhir membentuk pola baru industri periklanan.

Tahun 2026 menjadi fase ketika brand tak lagi sekadar beriklan, tetapi membangun kedekatan berbasis data dan perilaku konsumen.

“Sejak AI berkembang pesat, pendekatan menjadi jauh lebih personal. Tahun 2026 adalah momentum brand untuk semakin engaged dengan pelanggan loyal maupun pelanggan baru melalui brand activation yang mengikuti demand dan perilaku mereka,” kata dia.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan, TIPD UIN KHAS Jember Gelar Pelatihan Digital

Increa Media menyesuaikan strategi dengan indikator kinerja utama (KPI) tiap brand. Setiap pembaruan pemasaran, lanjut Nanda, selalu dikaitkan langsung dengan target bisnis.

“Kami mengutamakan service excellence. Setiap update strategi kami selaraskan dengan KPI brand. Event dan brand activation kami kurasi sesuai kebutuhan pasar masing-masing,” ujarnya.

Media gathering tersebut menjadi yang pertama digelar sejak hampir tujuh tahun agensi berdiri. Nanda mengakui hubungan dengan media memegang peran penting dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat dan berdampak luas.

“Selama hampir tujuh tahun, kami baru kali ini menggelar silaturahmi dengan teman-teman wartawan. Kami ingin kolaborasi berjalan lebih kuat, terutama dengan media yang memiliki media activation dan bisa kami sinergikan,” katanya.

Sejak 2024, Increa Media memperluas langkah dengan menjadi agensi resmi webtoon untuk kawasan Asia Timur serta menjalin kolaborasi dengan agensi K-pop idol dan artis di Korea, China, dan Thailand.

Baca Juga: Indibiz dan SBC Perkuat Ekosistem serta Pertumbuhan Pengusaha se-Jawa Timur

Ekspansi tersebut membuka akses pasar regional bagi brand yang ingin menembus audiens lintas negara.

Saat ini, fokus utama perusahaan tetap menjaga brand besar yang telah bermitra. Namun, Nanda membocorkan rencana proyek berbeda menjelang perayaan delapan tahun Increa pada 2027.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang belum dimiliki agensi lain. Proyek itu kami siapkan untuk menyenangkan semua pihak, brand yang sudah percaya, media yang berkolaborasi, serta komunitas yang mendukung kami. Kami targetkan menjadi momentum besar di anniversary kedelapan,” ujarnya.

Langkah tersebut menunjukkan persaingan industri pemasaran tak lagi sekadar soal kreativitas kampanye.

Integrasi teknologi, kolaborasi media, dan kemampuan membaca perilaku konsumen akan menentukan siapa yang bertahan dan tumbuh di tengah perubahan cepat 2026.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.