Rabu, 22 Jul 2026 06:56 WIB

Ngeri, Mikroplastik Ditemukan dalam Darah dan Rahim Perempuan Jatim

Riset Ecoton dan Unair temukan mikroplastik dalam darah dan ketuban ibu di Gresik. Dampak plastik sekali pakai kini mengancam kesehatan generasi masa depan. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Riset Ecoton dan Unair temukan mikroplastik dalam darah dan ketuban ibu di Gresik. Dampak plastik sekali pakai kini mengancam kesehatan generasi masa depan. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun ini membawa kabar kelam bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Riset terbaru dari lembaga konservasi lingkungan Ecoton mengungkap kenyataan pahit. Remahan plastik berukuran mikro kini tidak lagi sekadar mencemari sungai dan laut, melainkan sudah menyusup ke dalam aliran darah, otak, hingga air ketuban manusia.

Baca Juga: MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Ecoton melakukan deteksi mikroplastik pada sejumlah perempuan di Gresik. Hasilnya mengerikan.

Sebanyak 100 persen sampel darah yang diuji positif mengandung partikel plastik berukuran lebih besar dari 0,45 µm, dengan jenis polimer polyethylene (PE) dan poly(n-butyl methacrylate) (PBMA).

Peneliti Mikroplastik Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut fenomena ini sebagai "kutukan" akibat pola konsumsi plastik sekali pakai yang tidak terkendali. Indonesia kini menjadi penyumbang sampah plastik lautan terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Nigeria.

"Plastik yang kita buang sembarangan pada akhirnya kembali ke tubuh kita. Infiltrasi mikroplastik dalam darah adalah ancaman kesehatan paling mengkhawatirkan karena partikel ini menetap di organ vital dan berpotensi merusak sel," ujar Sofi, Senin (23/2/2026).

Temuan yang tak kalah mengejutkan muncul dari ruang persalinan. Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton, Rafika Aprilianti, memaparkan hasil uji terhadap 42 sampel air ketuban (amnion) ibu melahirkan di Gresik.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Seluruh sampel tersebut terbukti tercemar mikroplastik, terutama jenis polyethylene yang lazim ditemukan pada botol minuman, plastik pembungkus makanan panas, hingga tas kresek.

Kondisi ini menandakan dimulainya era baru yang kelam, di mana rahim yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi awal kehidupan manusia kini telah terkontaminasi polutan.

"Ditemukannya mikroplastik dalam ketuban berdampak langsung pada pertumbuhan bayi. Ada korelasi kuat antara keberadaan partikel plastik dengan peningkatan Malondialdehide (MDA), yaitu penanda peradangan yang bisa mengganggu perkembangan janin," jelas Rafika.

Bukan hanya darah dan rahim, plastik juga terdeteksi telah mencapai jaringan otak manusia. Merujuk pada riset kolaboratif antara Greenpeace dan Universitas Indonesia pada Maret 2025, konsentrasi plastik di otak ditemukan 7 hingga 30 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada organ hati maupun ginjal.

Baca Juga: Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis untuk 125 Anak di Jatim

Paparan zat kimia toksik dari plastik di jaringan saraf ini berisiko menurunkan kemampuan kognitif manusia secara bertahap.

Hal ini mencerminkan kegagalan pengelolaan sampah di hulu, di mana timbulan sampah nasional tahun 2023 mencapai 31,9 juta ton, namun 11,3 juta ton di antaranya tetap tidak terkelola.

Ecoton mendesak adanya langkah radikal untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Selain melalui mulut dan pernapasan, mikroplastik juga bisa menyusup melalui kulit, termasuk dari produk kosmetik yang mengandung scrub plastik.

Jika perilaku masyarakat dan ketegasan pemerintah tidak berubah, "kutukan" plastik ini akan terus mengalir di nadi generasi masa depan Indonesia.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.