Selasa, 23 Jun 2026 00:25 WIB

Mas Dhito Komitmen Jaga Mutu Pelayanan Dasar di Tengah Tantangan Efisiensi

  • Penulis :
  • | Jumat, 20 Feb 2026 15:00 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Awal tahun periode kedua pemerintahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dihadapkan pada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) hingga ratusan miliar menjadikan Pemkab Kediri melakukan penyesuaian anggaran demi keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan dasar terus berjalan.

Di tengah bayang-bayang pembatasan ruang fiskal, pelayanan bidang kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas bupati yang dilantik pada 20 Februari 2025 tersebut. Hal ini terlihat dari capaian yang telah dilakukan pada dua bidang layanan dasar tersebut di sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

Pendidikan, bagi bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini merupakan instrumen yang sangat penting untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kediri. Kebijakan di bidang pendidikan tetap menjadi fokusnya. Termasuk melanjutkan keberlangsungan SMA Dharma Wanita Boarding School bagi anak-anak dari keluarga miskin yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinannya.

“Pendidikan, hari ini walaupun sudah ada sekolah rakyat, saya tidak akan pernah melupakan adik-adik yang sudah masuk SMA Dharma Wanita boarding school. Jadi kabupaten kediri itu bisa dibilang punya dua sekolah rakyat,” kata Mas Dhito.

Sepanjang 2025, Mas Dhito menggelontorkan anggaran hingga Rp30 miliar untuk program beasiswa pendidikan, naik Rp4 miliar dari tahun sebelumnya. Meski daerah mengalami keterbatasan keuangan, program beasiswa pendidikan ini diakui tetap dilanjutkan pada 2026 ini.

“Beasiswa kita tidak kurangi. Kita masih anggarkan Rp30 miliar per tahun. Kita jaga, karena ini mandatory spending, wajib daerah itu punya beasiswa untuk warganya,” terangnya.

Kemudian, persoalan guru-guru honorer, sampai akhir tahun 2025 sebanyak 2.208 guru honorer di Kabupaten Kediri telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sedang, 1585 guru lainnya, diangkat sebagai PPPK paruh waktu termasuk bagi 579 tenaga kependidikan.

Adapun bagi guru honorer yang belum terakomodir PPPK, baik itu yang masuk Dapodik maupun Non Database, pemerintah daerah tetap memperhatikan kesejahteraan pendidik ini dengan pemberian insentif termasuk jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: 73 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Tembus PTN Jalur SNBT

Pemberian insentif/bisyaroh dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan juga diberikan bagi guru-guru madin, dimana pada 2025 telah menjangkau 9500 orang dan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target 12.000 orang.

Selain masalah SDM, rehabilitasi bangunan sekolah rusak juga tak ketinggalan. Pada 2025 Pemkab Kediri telah selesai melakukan rehabilitasi sebanyak 104 satuan pendidikan baik tingkat SD maupun SMP dan akan terus dilanjutkan tahun ini.

“Membangun sekolah tetap (kita lakukan),” tambahnya.

Disisi lain, untuk layanan kesehatan Mas Dhito terus menggenjot capaian Universal Health Coverage (UHC). Berbagai upaya dilakukan, diantaranya Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan reaktifasi segmen PBI-JK yang dinonaktifkan secara besar-besaran mulai Bulan Juni hingga Desember 2025.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran hingga Rp143 miliar pada 2025 untuk UHC. Atas keseriusannya tersebut, hingga akhir 2025 UHC Kabupaten Kediri telah mencapai 98,72 persen dengan tingkat keaktifan masyarakat 80,12 persen. Untuk mempertahankan capaian UHC, Pemkab Kediri pada 2026 ini mengalokasikan anggaran hingga Rp165,5 miliar.

Capaian UHC ini tentunya juga diimbangi dengan peningkatan mutu layanan kesehatan di setiap tingkatan faskes. Selain pembangunan gedung baru RSUD (RSKK Pelem) termasuk pelatihan tenaga medis dan paramedis untuk peningkatan layanan, Pemkab Kediri pada 2025 juga melakukan penambahan Puskesmas rawat inap.

Keseluruhan di Kabupaten Kediri kini sudah ada 13 Puskesmas yang melayani rawat inap. Mas Dhito menekankan, masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik dan ramah. Untuk memastikan hal itu, pihaknya mengaku tak segan untuk mencopot Kepala Puskesmas yang dinilai tidak bisa bekerja maksimal dan memberikan pelayanan yang ramah bagi masyarakat.

“Saya tidak ada toleransi. Untuk Puskesmas di Kabupaten Kediri kalau pelayanannya dirasa tidak maksimal, masyarakat berhak untuk komplain,” tegas Mas Dhito.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.