Selasa, 23 Jun 2026 02:18 WIB

Mau Produk Tembus Minimarket? Simak Bocoran BSN Soal Sertifikasi SNI UMKM 2026

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 17 Feb 2026 12:52 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyerahkan sertifikat SNI UMKM di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: BSN/jatimnow.com)
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyerahkan sertifikat SNI UMKM di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: BSN/jatimnow.com)

jatimnow.com - Indonesia kini memayungi lebih dari 30,19 juta unit UMKM yang tersebar dari tanah Jawa hingga pelosok Papua. Di tengah hantaman disrupsi rantai pasok dan fluktuasi harga energi global, puluhan juta unit usaha ini memegang peran krusial sebagai bumper ekonomi nasional.

Namun, kuantitas besar saja tidak cukup, kualitas produk yang terstandarisasi menjadi harga mati agar mereka tidak tumbang di pasar sendiri.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membuktikan kualitas produknya lewat sertifikasi SNI.

Langkah ini diambil guna merespons dinamika geopolitik dan perubahan iklim yang mulai menekan stabilitas ekonomi rumah tangga.

"Produk yang sudah ber-SNI punya jaminan mutu dan keamanan yang jelas. Ini bukan sekadar kertas, tapi nilai tambah yang membuat konsumen lebih percaya dan membuka pintu pasar ekspor," ujar Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, saat menyerahkan sertifikat SNI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT-UMKM) mencatat sebaran usaha terbanyak masih didominasi wilayah Jawa Barat dengan 5,4 juta unit, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara di wilayah timur, Papua Tengah dan Papua Selatan mulai menunjukkan pertumbuhan dengan total puluhan ribu unit usaha baru.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Dorongan standardisasi ini mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 2021 dan instruksi Presiden untuk menyederhanakan proses perizinan bagi rakyat kecil.

Kristianto menyebut, pemerintah ingin mengubah paradigma lama yang menganggap urusan dokumen standar itu rumit dan mahal.

Sepanjang tahun 2025, BSN menggelar program Bootcamp SNI Bina UMK yang merangkul 1.033 peserta. Dari proses pendampingan dan analisis celah (gap analysis), sebanyak 119 UMKM sukses mengantongi sertifikat tahun lalu.

Terbaru, 29 UMKM di wilayah Jabodetabek resmi menerima sertifikat SNI hasil kolaborasi BSN dengan Kementerian UMKM.

Baca Juga: BSN Dorong Penguatan Metrologi untuk Kebijakan Berbasis Data

"Kami ingin SNI dipandang sebagai alat strategis untuk tumbuh, bukan beban operasional. UMKM yang sudah tersertifikasi harus jadi inspirasi bagi yang lain untuk segera naik kelas," tambah Kristianto.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMN, dan mitra strategis diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif.

Dengan standar yang terjaga, produk lokal diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah serbuan barang impor, melainkan mampu merajai rak-rak perdagangan global.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.