Selasa, 16 Jun 2026 00:30 WIB

Pemkot Surabaya Bekali Fatayat NU Ilmu Ketahanan Ekonomi

  • Penulis :
  • | Minggu, 18 Mar 2018 16:25 WIB
Walikota Surabaya saat memberikan sambutan di hadapan pengurus Fatayat NU.
Walikota Surabaya saat memberikan sambutan di hadapan pengurus Fatayat NU.

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan pelatihan manajemen keuangan dan ketahanan ekonomi keluarga terhadap 163 peserta dari Pengurus Cabang Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Surabaya di Graha Sawunggaling, Minggu (18/3/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Pengurus Cabang Fatayat NU Surabaya Siti Musyfiqoh beserta anggota serta Kepala Kementerian Agama Kota Surabaya dan PC Muslimat NU Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk menguatkan dan menstabilkan ekonomi kerakyatan agar hidup warga lebih sejahtera.

“Saya ingin kalian semua sejahtera lewat ajaran rukun Islam dengan zakat dan naik haji,” kata Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Agar warga Surabaya dapat hidup sejahtera, Wali Kota menuturkan kepada puluhan perempuan yang tergabung dalam anggota PC Fatayat NU untuk mau bekerja keras agar mampu mewujudkan sekaligus mengatur ekonomi yang kuat dalam keluarga maupun Kota Surabaya.

“Jangan pernah cepat berpuas diri, kita semua harus survive. Sehingga cita-cita untuk menjadi tuan dan nyonya di rumahnya sendiri terwujud,” tegas Wali Kota perempuan
pertama di Surabaya ini.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, Wali Kota perempuan dua periode ini meminta kepada seluruh anggota PC Fatayat NU untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi yang baik. Dalam hal ini, lanjut wali kota Risma, anggota Fatayat diminta menekuni usaha kecil menegah (UKM).

“Ibu-ibu yang lain itu semua mulai dari nol, tetapi setelah beberapa tahun hasilnya mulai terlihat,” imbuhnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Wali Kota Risma berharap agar anggota Fatayat NU mau berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya dan membangun ekonomi kota atau negara yang tangguh.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Mari bersama-sama kita berjuang melawan kemiskinan dankebodohan dengan mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di bawah sehingga roda
perekonomian di Surabaya terus bergerak naik,” ujar wali kota Risma.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menambahkan, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan ketahanan pangan dinilai penting. Sebab, peran ibu sangat kuat untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran uang di dalam sebuah keluarga.

“Harus pintar mengatur dan mengelola uang, kalau tidak bisa berbahaya,” ungkap Difi di sela-sela sambutannya.

Selain itu, alasan lain mengapa pelatihan ini penting, karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Menurutnya, biaya pendidikan, kesehatan, bahan pokok, mengalami peningkatan.

Diharapkan, lanjut Difi, setelah mengikuti pelatihan ini, PC Fatayat NU dapat memikirkan pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarga dengan baik. Serta tidak mudah dibohongi oleh tawaran investasi bodong yang akan menghancurkan ekonomi setiap individu.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

“Yang terpenting jadilah ‘Menteri Keuangan’ dalam keluarga anda masing-masing dan janganbmenjadi warga yang komsumtif,” tegasnya.

Di penghujung acara, Wali Kota Risma bersama seluruh jajaran melaunching produk UKM Fatayat NU Surabaya lalu meninjau stand produk UKM Fatayat NU yang berada di dalam gedung Sawunggaling. Tampak, Wali Kota Risma mengajak para pelaku UKM Fatayat NU untuk berkomunikasi.

“Kain ini harganya berapa, tapi saya mau gratis,” celetuk Wali Kota Risma sambil tertawa.

Reporter / Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.