Sabtu, 06 Jun 2026 12:07 WIB

Atasi Sampah Kota Batu, Desa Oro-Oro Ombo Mulai Skema Pilah dari Sumber

Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu memulai program Zero Waste Cities. Melalui Analisis Sampah (AKSA), 50 rumah tangga belajar memilah sampah organik dan residu. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu memulai program Zero Waste Cities. Melalui Analisis Sampah (AKSA), 50 rumah tangga belajar memilah sampah organik dan residu. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Skema pengelolaan sampah di Kota Batu mulai bergeser ke arah yang lebih presisi. Tidak lagi sekadar angkut-buang, sebanyak 50 rumah tangga di RW 05 Desa Oro-Oro Ombo kini menjadi garda depan dalam program Zero Waste Cities.

Warga diajak memilah sampah langsung dari dapur mereka untuk memetakan solusi jangka panjang masalah lingkungan di kota wisata ini.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Langkah awal ini dimulai dengan kegiatan Analisis Sampah (AKSA). Selama delapan hari, relawan dari tiap rumah menyerahkan sampah harian mereka yang sudah terbagi dalam tiga kategori. Yakni organik, daur ulang, dan residu.

Koordinator Program, Titik Setyowati, menjelaskan bahwa pengumpulan data ini krusial sebelum menerapkan sistem yang lebih besar.

"Kami ingin melihat profil sampah warga secara nyata. Sebanyak 50 rumah tangga terlibat memberikan sampah terpilah untuk kami timbang setiap hari sesuai jenisnya," ujar Titik saat ditemui di lokasi, Kamis (12/2/2026).

Menurut Titik, yang juga memimpin TPS3R Jalibar Berseri, metode ini merupakan ruang edukasi tatap muka langsung ke pintu rumah warga.

Jika pemilahan di tingkat rumah tangga sudah berjalan konsisten, beban kerja petugas di tempat pengolahan (TPS3R) akan berkurang drastis.

Salah satu warga, Supriaten (52), mengaku tidak keberatan dengan pola baru ini. Baginya, memilah sampah adalah masalah pembiasaan.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

"Sebenarnya tidak sulit, yang penting konsisten. Saya sudah terbiasa memisahkan botol untuk didonasikan agar tidak campur baur dengan kotoran lain," ungkapnya.

Sampah yang terkumpul kemudian dibedah lebih spesifik menjadi 40 kategori. Hal ini dilakukan untuk menemukan jenis sampah apa yang sebenarnya paling banyak dihasilkan oleh masyarakat Oro-Oro Ombo.

Project Manager Zero Waste Cities ECOTON, Tonis Afrianto, menegaskan bahwa kebijakan sampah tidak boleh lahir dari asumsi.

"Membangun sistem itu ada hitungannya. Jika data menunjukkan sampah organik paling mendominasi, maka solusinya adalah membangun rumah kompos atau instalasi biogas di tingkat RT/RW," kata Tonis.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Ia menambahkan, pengelolaan sampah organik di sumber akan mencegah penumpukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyambut baik inisiatif ini. Eni Maulidiyah, fungsional bidang persampahan DLH Kota Batu, menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk menyerap sampah organik warga.

"Sepanjang 2025, kami sudah mendirikan 16 titik Rumah Kompos (RuKom) di penjuru kota. Ini adalah komitmen kami untuk menuntaskan masalah sampah dari akarnya. Kami sangat berharap masyarakat semakin disiplin memilah agar rumah kompos ini berfungsi maksimal," jelas Eni.

Nantinya, hasil dari riset AKSA di Desa Oro-Oro Ombo akan menjadi dasar penyusunan rencana induk (Masterplan) pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk Kota Batu.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.