Kamis, 18 Jun 2026 18:47 WIB

Nama Baik Bung Karno Pulih, Indah Kurnia Masifkan Edukasi 4 Pilar

Indah Kurnia sosialisasikan pencabutan TAP MPR 33/1967 di Sidoarjo dan Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Indah Kurnia sosialisasikan pencabutan TAP MPR 33/1967 di Sidoarjo dan Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemulihan nama baik Presiden pertama RI, Soekarno, menjadi bahasan utama dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia. Bertempat di Rumah Aspirasi Pondok Tjandra, Sidoarjo, Rabu (4/2), Indah memaparkan fakta hukum terbaru terkait status Sang Proklamator.

Indah menjelaskan bahwa TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967, yang dahulu berisi pencabutan kekuasaan negara dari Presiden Soekarno, kini resmi dicabut.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Langkah hukum ini sekaligus menggugurkan tuduhan tak berdasar yang menyebut Bung Karno terlibat dalam pengkhianatan negara maupun dukungan terhadap PKI.

"Tugas kami di MPR RI adalah memastikan informasi ini sampai ke akar rumput. Masyarakat perlu tahu bahwa tuduhan terhadap Bung Karno tidak pernah terbukti," ujar legislator yang kini memasuki periode keempatnya di Senayan tersebut.

Agenda yang terbagi dalam dua sesi ini melibatkan kader serta simpatisan PDI Perjuangan dari Kecamatan Waru, Sidoarjo, dan Kecamatan Gununganyar, Surabaya. 

Di hadapan ratusan peserta, Indah meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh sebaran informasi yang tidak jelas kredibilitasnya.

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Menurutnya, pengamalan nilai-nilai 4 Pilar bukan sekadar hafalan, melainkan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga kerukunan dan rasa toleransi.

"Tetaplah guyub. Implementasikan gotong royong dan rasa cinta tanah air demi kenyamanan hidup bermasyarakat di Surabaya dan Sidoarjo," imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Kepuhkiriman, Antoni, menilai edukasi semacam ini krusial bagi generasi muda. Ia menganggap arus informasi digital yang liar perlu dibentengi dengan pemahaman ideologi yang kuat.

Baca Juga: Sambut 56 Biksu di Mojokerto, Indah Kurnia Serukan Pesan Damai

"Anak muda harus paham Pancasila dan nilai kebangsaan agar tidak kehilangan jati diri di tengah gempuran informasi media sosial," tutur Antoni.

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Gununganyar, Reksaningsih, mengapresiasi langkah Indah Kurnia yang konsisten merangkul konstituen di tingkat bawah.

Baginya, kehadiran wakil rakyat secara langsung menjadi penyemangat bagi kader untuk terus menjaga kekompakan di wilayah masing-masing.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.