Yadnya Kasada 2026, Momentum Penguatan Budaya dan Harmoni Masyarakat Tengger
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 31 Mei 2026 17:10 WIB
jatimnow.com - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian dunia dengan dimulainya rangkaian upacara adat Yadnya Kasada 1948 Saka/2026 Masehi. Ritual sakral masyarakat Suku Tengger ini resmi dibuka dengan prosesi Mendak Tirta sejak Jumat (29/5/2026), yang menandai dimulainya rangkaian panjang upacara menuju puncak acara, besok 1 Juni 2026.
Tradisi tahunan yang digelar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini bukan sekadar agenda wisata, melainkan napas spiritual bagi warga Tengger.
Baca Juga: Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger
Tahun ini, Yadnya Kasada mengusung semangat pelestarian budaya yang lebih luas, melibatkan sinergi antara tradisi kuno, pendidikan, dan elemen pemerintahan.
Prosesi Mendak Tirta menjadi langkah awal sakral, di mana masyarakat Tengger mengambil air suci dari berbagai sumber mata air keramat.
Titik pengambilan meliputi Madakaripura, Goa Widodaren, Sumber Semanik, Merumoyo, Rondo Kuning, hingga Sumber Pitu. Air yang terkumpul disemayamkan di Pura Luhur Poten sebagai sarana utama dalam ritual puncak Yadnya Kasada.
Selain itu, ritual Atur Suguh dilakukan serentak di 35 titik di kawasan lereng Bromo. Ritual ini merupakan wujud syukur masyarakat kepada Sang Hyang Widhi atas keberkahan alam yang melimpah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM, menegaskan bahwa Yadnya Kasada adalah identitas yang harus terus dirawat.
"Yadnya Kasada terdiri dari ritual keagamaan sebagai bentuk korban suci dan kegiatan pendukung untuk memperkuat pelestarian budaya," ujar Arief, Minggu (31/5/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, hari ini digelar resepsi budaya di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Sukapura.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo
Dalam kesempatan tersebut, lima tokoh strategis akan dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Sesepuh Tengger, yakni Kapolres Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Dandim 0820 Probolinggo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, dan Danyon TP 836/Brahma Yodha.
Pengukuhan ini menjadi simbol harmonisasi antara masyarakat adat dengan aparat pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kelestarian budaya lokal.
Kemeriahan Yadnya Kasada 2026 juga akan dimanjakan dengan suguhan kesenian khas Tengger, seperti musik ketimplung, tari Reog Tengger, jathilan, tari Senduk, tari Angguk, tari Andira, hingga sendratari kolosal Roro Anteng Joko Seger.
Tak berhenti pada seremonial, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo mengambil langkah konkret untuk masa depan.
Baca Juga: Viral Yellow Claw di Bromo, Pemkab Probolinggo Singgung Kearifan Lokal
Bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), akan diselenggarakan workshop pembelajaran berbasis budaya bagi pendidik di Kecamatan Sukapura pada 3 Juni 2026.
"Kami ingin generasi muda Tengger tidak hanya mengenal, tetapi memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga warisan leluhur ini di masa depan," tambah Arief.
Puncak dari rangkaian Yadnya Kasada 2026 sendiri akan berlangsung pada 1 Juni 2026 dini hari di Pura Luhur Poten dan Laut Pasir Gunung Bromo.
Momen ini diprediksi akan menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung keunikan tradisi masyarakat Tengger yang tetap eksis di tengah modernisasi.
Editor : Yanuar D