Minggu, 07 Jun 2026 03:13 WIB

Pupuk Langka di Tingkat Petani, DPRD Jember Temukan Buruknya Input e-RDKK

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 27 Jan 2026 19:55 WIB
Komisi B DPRD Jember sidak di kios pupuk. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi B DPRD Jember sidak di kios pupuk. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Komisi B DPRD Jember menemukan dugaan buruknya penginputan data pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kios pupuk di Kabupaten Jember.

Sidak dilakukan menyusul keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan menyebut pupuk langka di tingkat kios.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pupuk Indonesia, Komisi B DPRD Jember menindaklanjuti dengan sidak ke Kios Pupuk Sumber Rejeki di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Selasa (27/1/2026).

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan penyebab kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani.

“Kami menerima laporan adanya kelangkaan dan tidak tersedianya pupuk di kios-kios. Setelah kemarin RDP, hari ini kami tindak lanjuti untuk melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan,” kata Candra.

Ia menjelaskan, berdasarkan data, kios Sumber Rejeki memiliki kuota pupuk urea sebesar 77,8 ton dan NPK Phonska 72 ton. Namun, hingga saat ini penyerapan pupuk masih rendah.

“Untuk urea baru terserap sekitar 10 ton dan Phonska sekitar 30 ton, padahal kelompok tani sudah memasuki masa tanam 30 sampai 40 hari,” ujarnya.

Menurut Candra, kondisi tersebut harus segera dicarikan solusi agar petani tidak dirugikan pada masa tanam.

“Ini kondisi yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat, agar hak petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi bisa terpenuhi,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Selain itu, Komisi B juga menemukan dugaan ketidaksesuaian data pada e-RDKK di kios tersebut.

“Terindikasi ada dua nama yang tidak sesuai dengan SPPT dan jumlah pupuk subsidi yang diterima,” ungkap Candra.

Politisi PDI Perjuangan itu meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat untuk segera melakukan verifikasi dan pemutakhiran data.

“Agar ke depan proses input dan pembaruan data e-RDKK bisa dilakukan dengan baik, sehingga seluruh petani yang berhak benar-benar mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

Ia juga menyoroti adanya indikasi satu keluarga, yakni suami dan istri yang sama-sama tercatat sebagai ketua kelompok tani dan menerima jatah pupuk subsidi.

“Ini perlu dicermati lagi. Kami minta PPL melakukan pengecekan apakah memang sesuai aturan,” tambahnya.

Komisi B DPRD Jember menegaskan akan menunggu hasil verifikasi ulang tersebut.

“Kami minta PPL benar-benar memastikan apakah suami-istri yang menjabat ketua kelompok itu memang sama-sama berhak menerima pupuk bersubsidi,” pungkas Candra.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.