Kamis, 18 Jun 2026 11:39 WIB

Kilas Berita Hot: Rindu Meninggal hingga Bocah Disunat Jin

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 21 Okt 2018 08:10 WIB
Mobil CRV yang ditumpangi Rindu.
Mobil CRV yang ditumpangi Rindu.

jatimnow.com - Penyebab Rini Puspita alias Rindu meninggal, jadi satu dari tiga berita kilas hot, Sabtu (20/10/2018).

Simak kilas berita hot berikut.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung


1. Luka ini yang Menyebabkan Rindu Korban CRV Nggelundung Meninggal Dunia

Screenshot akun instagram @rindu.puspita ketika masih aktif.Screenshot akun instagram @rindu.puspita ketika masih aktif.

Screenshot akun instagram @rindu.puspita ketika masih aktif.

Penyebab Rini Puspitasari alias Rindu (26) meninggal dunia pada Sabtu (20/10/2018) diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Sjaiful.

Ia menduga, penyebab kematian Rindu karena mati pada batang otaknya. "Ya mati batang otaknya. Ada pendarahan di otak," kata dr Sjaiful saat dikonfirmasi, Sabtu sore.

Menurut dr Sjaiful, kematian batang otak itu adalah berhentinya semua fungsi otak secara ireversibel, ketika kesadaran hilang secara ireversibel, hilangnya refleks batang otak dan fungsi pernapasan pusat secara ireversibel, atau terhentinya aliran darah secara ireversibel.

Selengkapnya

Baca Juga:

2. Tukiyem Sang 'Pengganggu' Pak Camat di Medsos, Siapa Dia?

 2. Tukiyem Sang 'Pengganggu' Pak Camat di Medsos, Siapa Dia?  Akun Facebook (Fb) Siti Tukiyem Markonah sempat mengunggah status berisi curhat jika dihamili camat di Banyuwangi. Sempat gaduh, dan camat yang disebut telah membantah. Tak lama, pesan itu dihapus.  Siapa Tukiyem?  Penelusuran dimulai dari akun Fb Siti Tukiyem Markonah. Ada dua akun dengan nama yang mirip, Siti Tukiyem Markonah dan Sitii Tukiyem Markonah. Bedanya pada penulisan awal nama akun dengan tambahan huruf i pada nama awal.  Diduga kedua akun itu milik orang yang sama. Karena foto profil sama. Dan unggahan foto juga sama, begitupula netizen yang komentar terlihat berusia tua atau bapak-bapak. 2. Tukiyem Sang 'Pengganggu' Pak Camat di Medsos, Siapa Dia? Akun Facebook (Fb) Siti Tukiyem Markonah sempat mengunggah status berisi curhat jika dihamili camat di Banyuwangi. Sempat gaduh, dan camat yang disebut telah membantah. Tak lama, pesan itu dihapus. Siapa Tukiyem? Penelusuran dimulai dari akun Fb Siti Tukiyem Markonah. Ada dua akun dengan nama yang mirip, Siti Tukiyem Markonah dan Sitii Tukiyem Markonah. Bedanya pada penulisan awal nama akun dengan tambahan huruf i pada nama awal. Diduga kedua akun itu milik orang yang sama. Karena foto profil sama. Dan unggahan foto juga sama, begitupula netizen yang komentar terlihat berusia tua atau bapak-bapak.

Status Tukiyem yang membuat heboh sebelum dihapus

Akun Facebook (Fb) Siti Tukiyem Markonah sempat mengunggah status berisi curhat jika dihamili camat di Banyuwangi. Sempat gaduh, dan camat yang disebut telah membantah. Tak lama, pesan itu dihapus.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Siapa Tukiyem?

Penelusuran dimulai dari akun Fb Siti Tukiyem Markonah. Ada dua akun dengan nama yang mirip, Siti Tukiyem Markonah dan Sitii Tukiyem Markonah. Bedanya pada penulisan awal nama akun dengan tambahan huruf i pada nama awal.

Diduga kedua akun itu milik orang yang sama. Karena foto profil sama. Dan unggahan foto juga sama, begitupula netizen yang komentar terlihat berusia tua atau bapak-bapak.

Selengkapnya

 

3. Bocah Probolinggo Diyakini Disunat Jin, Ini Kata Ulama

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, KH Nizar IrsyadKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad

Baca Juga: Kecelakaan Truk Vs Pickup di Tulungagung, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad

Fenomena bocah di Probolinggo yang dipercaya disunat jin mendapat tanggapan dari ulama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad meminta masyarakat tidak melebih-lebihkan fenomena tersebut.

Nizar mengatakan bahwa belum ada dalil syariat Islam yang membenarkan bahwa bangsa jin dapat memotong kemaluan manusia.

"Masyarakat tidak terlalu berlebih memaknai hal-hal yang tidak ada dalil nya," katanya.

Selengkapnya

 

Baca Edisi Kilas Berita Hot lainya di sini.

Editor : Sutha Pratama
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.