Sabtu, 06 Jun 2026 23:23 WIB

Mangrove Wonorejo Tercekik Plastik, Ecoton Angkat 300 Kg Sampah

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 25 Jan 2026 13:08 WIB
Relawan Ecoton dan River Warrior membersihkan sampah plastik yang menjerat batang mangrove di kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Relawan Ecoton dan River Warrior membersihkan sampah plastik yang menjerat batang mangrove di kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ekosistem Mangrove Wonorejo Surabaya kembali berada di bawah tekanan serius akibat sampah plastik. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama komunitas River Warrior dan Replast mengevakuasi lebih dari 300 kilogram sampah plastik dalam aksi lingkungan bertajuk Make Our Mangrove Green Again, Sabtu (24/1).

Aksi pembersihan mangrove Wonorejo Surabaya ini melibatkan 16 relawan lintas kampus dan komunitas. Hasilnya, sebanyak 12 pohon mangrove berhasil dibebaskan dari jeratan plastik yang melilit batang dan akarnya. Sampah yang menumpuk di kawasan pesisir tersebut sebagian besar berasal dari plastik sekali pakai.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Mahasiswa Agribisnis Universitas Negeri Jember, Febrini Marsha Dwi Hardianti, mengaku terkejut melihat kondisi lapangan. Plastik tidak hanya menutup bibir pantai, tetapi juga membelit mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami pesisir.

“Banyak mangrove terjerat plastik. Akar dan batangnya tertutup, pertumbuhannya terganggu, bahkan berisiko mati. Padahal mangrove penting untuk menahan abrasi dan menyerap karbon,” ujarnya.

Ancaman tidak berhenti pada sampah yang terlihat. Co-Captain River Warrior, Aeshnina Azzahra, menjelaskan plastik yang terpapar matahari dan gelombang laut akan terurai menjadi mikroplastik.

“Plastik yang menjerat mangrove lama-kelamaan hancur menjadi mikroplastik. Partikel kecil ini jauh lebih berbahaya karena sulit disaring dan bisa masuk ke rantai makanan,” kata Aeshnina.

Seorang relawan menunjukkan tumpukan sampah plastik yang berhasil dilepas dari jeratan mangrove di pesisir Wonorejo, Surabaya, dalam aksi bersih lingkungan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman kerusakan dan mikroplastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)Seorang relawan menunjukkan tumpukan sampah plastik yang berhasil dilepas dari jeratan mangrove di pesisir Wonorejo, Surabaya, dalam aksi bersih lingkungan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman kerusakan dan mikroplastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut temuan mikroplastik di wilayah pesisir dan sungai sudah mengkhawatirkan. Partikel tersebut ditemukan di air, sedimen, hingga organisme perairan.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

“Mikroplastik mengganggu keseimbangan ekosistem dan berpotensi berdampak pada kesehatan manusia. Ini bukan lagi isu lingkungan semata, tetapi persoalan kesehatan publik,” jelas Sofi.

Para relawan menilai krisis sampah plastik tidak bisa terus dibebankan kepada masyarakat dan gerakan sukarela. Mereka mendesak pembagian tanggung jawab yang adil antara produsen, pemerintah, dan konsumen.

Ecoton dan jaringan pegiat lingkungan menuntut produsen menjalankan kewajiban extended producer responsibility sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pemerintah daerah juga diminta menerapkan pembatasan plastik sekali pakai secara tegas dan seragam melalui regulasi yang mengikat.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Di tingkat masyarakat, perubahan perilaku dinilai tak bisa ditawar. Penggunaan plastik perlu ditekan, produk guna ulang diperluas, dan pemilahan sampah harus dimulai dari rumah.

Aksi Make Our Mangrove Green Again menjadi penanda bahwa mangrove Wonorejo berada di garis depan krisis sampah plastik.

Tanpa kebijakan tegas dan perubahan kolektif, ekosistem pesisir Surabaya berisiko kehilangan pelindung alaminya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.