Rabu, 22 Jul 2026 05:40 WIB

Mangrove Wonorejo Tercekik Plastik, Ecoton Angkat 300 Kg Sampah

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 25 Jan 2026 13:08 WIB
Relawan Ecoton dan River Warrior membersihkan sampah plastik yang menjerat batang mangrove di kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Relawan Ecoton dan River Warrior membersihkan sampah plastik yang menjerat batang mangrove di kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ekosistem Mangrove Wonorejo Surabaya kembali berada di bawah tekanan serius akibat sampah plastik. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama komunitas River Warrior dan Replast mengevakuasi lebih dari 300 kilogram sampah plastik dalam aksi lingkungan bertajuk Make Our Mangrove Green Again, Sabtu (24/1).

Aksi pembersihan mangrove Wonorejo Surabaya ini melibatkan 16 relawan lintas kampus dan komunitas. Hasilnya, sebanyak 12 pohon mangrove berhasil dibebaskan dari jeratan plastik yang melilit batang dan akarnya. Sampah yang menumpuk di kawasan pesisir tersebut sebagian besar berasal dari plastik sekali pakai.

Baca Juga: MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

Mahasiswa Agribisnis Universitas Negeri Jember, Febrini Marsha Dwi Hardianti, mengaku terkejut melihat kondisi lapangan. Plastik tidak hanya menutup bibir pantai, tetapi juga membelit mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami pesisir.

“Banyak mangrove terjerat plastik. Akar dan batangnya tertutup, pertumbuhannya terganggu, bahkan berisiko mati. Padahal mangrove penting untuk menahan abrasi dan menyerap karbon,” ujarnya.

Ancaman tidak berhenti pada sampah yang terlihat. Co-Captain River Warrior, Aeshnina Azzahra, menjelaskan plastik yang terpapar matahari dan gelombang laut akan terurai menjadi mikroplastik.

“Plastik yang menjerat mangrove lama-kelamaan hancur menjadi mikroplastik. Partikel kecil ini jauh lebih berbahaya karena sulit disaring dan bisa masuk ke rantai makanan,” kata Aeshnina.

Seorang relawan menunjukkan tumpukan sampah plastik yang berhasil dilepas dari jeratan mangrove di pesisir Wonorejo, Surabaya, dalam aksi bersih lingkungan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman kerusakan dan mikroplastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)Seorang relawan menunjukkan tumpukan sampah plastik yang berhasil dilepas dari jeratan mangrove di pesisir Wonorejo, Surabaya, dalam aksi bersih lingkungan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman kerusakan dan mikroplastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut temuan mikroplastik di wilayah pesisir dan sungai sudah mengkhawatirkan. Partikel tersebut ditemukan di air, sedimen, hingga organisme perairan.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

“Mikroplastik mengganggu keseimbangan ekosistem dan berpotensi berdampak pada kesehatan manusia. Ini bukan lagi isu lingkungan semata, tetapi persoalan kesehatan publik,” jelas Sofi.

Para relawan menilai krisis sampah plastik tidak bisa terus dibebankan kepada masyarakat dan gerakan sukarela. Mereka mendesak pembagian tanggung jawab yang adil antara produsen, pemerintah, dan konsumen.

Ecoton dan jaringan pegiat lingkungan menuntut produsen menjalankan kewajiban extended producer responsibility sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pemerintah daerah juga diminta menerapkan pembatasan plastik sekali pakai secara tegas dan seragam melalui regulasi yang mengikat.

Baca Juga: Ecoton Edukasi Santri Jember soal Deforestasi, Mikroplastik, dan Zero Waste

Di tingkat masyarakat, perubahan perilaku dinilai tak bisa ditawar. Penggunaan plastik perlu ditekan, produk guna ulang diperluas, dan pemilahan sampah harus dimulai dari rumah.

Aksi Make Our Mangrove Green Again menjadi penanda bahwa mangrove Wonorejo berada di garis depan krisis sampah plastik.

Tanpa kebijakan tegas dan perubahan kolektif, ekosistem pesisir Surabaya berisiko kehilangan pelindung alaminya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.