Rabu, 17 Jun 2026 09:44 WIB

Mendikbud Sebut Industri Sepakbola Indonesia Masih Tertinggal Jauh

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 18 Mar 2018 14:15 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, usai membuka kompetisi Gala di Blitar.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, usai membuka kompetisi Gala di Blitar.

Baca Juga: Satpol PP Kota Blitar Bersama 3 Pilar Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu

jatimnow.com - Usai membuka pertandingan pada kompetisi Liga Sepakbola (Gala) Siswa di Kota Blitar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi menyebut industri olahraga sepakbola di Indonesia masih tertinggal jauh bila dibandingkan negara lainnya.
 
Beberapa kendala yang dihadapi dalam menelurkan bakat sepakbola di Indonesia cukup beragam. Satu diantaranya, kurangnya jam latihan yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan skill dan kompetensi anak didik dalam sepakbola.
 
"Kita masih tertinggal jauh dengan Negara lain. Dan kita akan kejar itu. Makanya saya juga minta tiap propinsi untuk memaksimalkan sekolah keolahragaan (SKO) yang prioritasnya sepakbola agar bisa mengejar ketertinggalan," ungkap Muhajir Effendi Minggu (18/03/2018).
 
Dijelaskannya melalui liga sepakbola (Gala) sisw,a selain sebagai ajang untuk berkompetisi, juga diharapkan dapat memunculkan bakat sepakbola yang bisa bersaing dengan negara lain.
 
Kompetisi Gala siswa yang digagas pemerintah pusat dijadikan sebagai ajang pencarian bakat (talent scouting) bagi pemain muda berbakat usia SMP sederajat. Selain melombakan bakat sepakbola yang dimiliki oleh tiap lembaga sekolah, anak didik yang terlihat menonjol nantinya akan kumpulkan oleh PSSI di tiap propinsi.
 
Mereka yang lolos tiap pertandingan dan mencapai final akan dipertandingkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Muhajir menyebut dipertandingkan puncak, para siswa juga akan memperebutkan piala presiden. Dengan demikian, melalui kompetisi Gala siswa, anak yang berbakat dalam sepakbola dapat terpantau.
 
"Kira-kira ini akan diikuti oleh sekitar seratus ribu lebih siswa SMP sebagai Indonesia. Nggak usah banyak-banyak, ada 500 anak yang bener-bener berbakat sepakbola udah lumayan sekali," kata dia.
 
Muhajir menambahkan, selain dapat menimbulkan multi effect diantaranya olah tubuh, sepakbola juga disebut sebagai ajang melatih mental para siswa. "Mental terutama, ini mengajarkan anak untuk bisa berpikir jernih ditengah situasi yang sulit," imbuhnya.
 
Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.