Senin, 15 Jun 2026 12:21 WIB

Usulan Gus Lilur Didengar, Prabowo Selamatkan Masa Depan Lobster Indonesia

HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Pemerintah akhirnya menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL), sebuah langkah yang diharapkan dapat mengubah wajah industri perikanan Indonesia.

Keputusan ini disambut baik oleh pengusaha perikanan budidaya, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur.

Baca Juga: Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Beberapa bulan lalu, Gus Lilur mengirimkan surat elektronik kepada Presiden Prabowo Subianto, memohon agar ekspor BBL dihentikan dan diganti dengan ekspor lobster ukuran 50 gram. Usulan ini ternyata mendapat respons positif.

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui usulan ini," ujar Gus Lilur, Rabu (14/1/2026).

Gus Lilur meyakini, larangan ekspor BBL akan menciptakan iklim budidaya yang sehat di Indonesia. Dengan hanya mengizinkan ekspor lobster ukuran 50 gram, para pengekspor terpaksa melakukan budidaya BBL selama minimal tiga bulan di dalam negeri.

"Ini akan membuka jutaan lapangan kerja," tegas Gus Lilur.

"Jika volume ekspor lobster 50 gram mencapai 2 juta ekor per hari, maka akan ada jutaan pekerjaan baru untuk menjaga keramba dan merawat budidaya lobster," lanjutnya.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Selain itu, Gus Lilur menambahkan, kebijakan ini akan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor utama lobster dunia.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai penjual BBL ke Vietnam. Vietnam kemudian membudidayakan BBL tersebut dan menjual lobster konsumsi ke China.

"Dengan dihentikannya ekspor BBL, secara bertahap Indonesia akan menjadi pengekspor lobster terbesar di dunia," kata Gus Lilur.

"Tidak menutup kemungkinan kita bisa langsung ekspor lobster konsumsi ke China," sambungnya.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Gus Lilur juga menyampaikan apresiasi kepada Dirjen PB KKP, Dr. Tb. Haeru Rahayu, yang telah menginformasikan bahwa regulasi terbaru tentang aturan ekspor lobster 50 gram akan diundangkan selambatnya pada akhir Februari 2026.

"Saya juga berterima kasih kepada Menteri KKP yang sudah mulai terlihat berbakti pada NKRI. Mari berbakti pada NKRI, mari berbudi daya!"pungkas Gus Lilur.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.