Senin, 08 Jun 2026 16:37 WIB

Program KDMP, Dana Desa di Tulungagung Terpangkas Hingga 70 Persen

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Jan 2026 09:59 WIB
Foto: Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Ilustrasi/jatimnow.com)
Foto: Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com-Seluruh Dana Desa (DD) di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2026 terpangkas. Hal ini disebabkan karena pemerintah pusat memangkas DD untuk kepentingan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pemangkasan besaran DD ini mencapai hingga 70 persen.

Kabid Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tulungagung, Reza Zulkarnain mengatakan, pada tahun 2026 total DD yang didapat 257 desa di Tulungagung turun menjadi Rp 86 miliar. Padahal pada tahun 2025 lalu total DD untuk Tulungagung mencapai Rp 255 miliar.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

"Artinya DD di Tulungagung turun drastis karena terpotong untuk program KDMP," ujarnya, Rabu (14/01/2026).

Rata-rata DD di Tulungagung turun antara 60 hingga 70 persen. Setiap desa hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp276 juta sampai Rp373 juta pada tahun 2026.

"Penurunan DD setiap desa variatif. Antara 60 sampai 70 persen dari DD sebelumnya," terangnya.

Dengan turunnya DD tentu berdampak pada pembangunan infrastruktur desa. Pasalnya, sebagian besar penggunaan DD terpangkas langsung dari pemerintah pusat untuk program KDMP.

"Mungkin desa hanya bisa melakukan pemeliharaan satu atau dua titik infrastruktur, menyesuaikan hasil musyawarah desa," jelasnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Reza mengungkapkan, dengan DD yang terbatas, pihak pemerintah desa hanya bisa menggunakan untuk program mandatori dari pemerintah pusat. Seperti, penanganan kemiskinan, pelayanan dasar kesehatan, ketahanan pangan, dukungan implementasi KDMP, pembangunan infrastruktur melalui padat karya tunai dan pembangunan infrastruktur digital.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan persentase penggunaan DD. Selain itu, untuk skema pencairan DD kami juga belum ada," ungkapnya.

Sedangkan hingga akhir tahun 2025, terdapat 16 desa di Tulungagung tidak bisa mencairkan DD. Hal ini dinilai akibat keterlambatan administrasi dalam proses pencairan DD.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

"Ada sebanyak 16 desa yang tidak bisa mencairkan DD. Total DD yang tidak bisa cair pada tahun 2025 mencapai Rp1,9 miliar," paparnya.

Dana yang tidak bisa cair pada tahun 2025, tidak bisa diajukan kembali pada proses pencairan di tahun 2026.

"Dana yang tidak bisa cair tahun 2025, tidak dapat diajukan pencairan tahun 2026. Artinya, uang akan kembali ke APBN," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.