Rabu, 22 Jul 2026 07:24 WIB

232 Penderita Hipermetropi di Tulungagung Terima Bantuan Kacamata

  • Penulis :
  • | Selasa, 13 Jan 2026 11:56 WIB
Foto: Salah satu penderita hipermetropi atau gangguan penglihatan mata plus di Tulungagung saat mendapatkan bantuan kacamata baca gratis. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Salah satu penderita hipermetropi atau gangguan penglihatan mata plus di Tulungagung saat mendapatkan bantuan kacamata baca gratis. (Bramanta/jatimnow.com)

 

jatimnow.com-Ratusan warga Tulungagung menerima bantuan berupa kacamata baca oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung. Bantuan itu difokuskan untuk masyarakat Tulungagung yang mengalami gangguan penglihatan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan mengatakan, banyak kasus gangguan penglihatan seperti hipermetropi (mata plus) atau kelainan visus. Banyaknya kasus gangguan penglihatan ini dibuktikan melalui program cek kesehatan gratis (CKG) yang dijalankan oleh Dinkes Tulungagung. Dimana mayoritas peserta CKG terutama pelajar di jenjang sekolah dasar (SD), diketahui sudah mengalami kelainan visus, sedangkan masyarakat usia 40 keatas mengalami mata plus.

"Sesuai hasil CKG yang saat ini juga masih berjalan, diketahui jika mayoritas pesertanya mengalami gangguan penglihatan baik itu mata plus atau kelainan visus seperti mata minus," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Banyak kelompok masyarakat di Tulungagung yang peduli dengan kesehatan mata kemudian menggandeng Dinkes Tulungagung untuk melakukan kegiatan baksos. Mereka menggelar baksos dengan membagikan kacamata baca maupun kacamata minus bagi penderita gangguang penglihatan.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Secara rinci, penerima bantuan kacamata baca gratis ini merupakan masyarakat dengan sasaran yang berusia 40 tahun keatas yang sudah mengalami masalah mata plus. Gangguan penglihatan itu tentunya mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk melihat objek jarak dekat terutama objek dalam bentuk tulisan.

"Kegiatan baksos itu, kami diminta untuk mendistribusikan kacamata baca untuk penderita mata plus dengan usia 40 tahun keatas. Sedangkan untuk mata minus, pendetitanya usia produktif dan penerima bantuan kacamata minus ada yang merupakan pelajar dan saat ini masih proses," ungkapnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Para penerima bantuan kacamata gratis ini diusulkan berdasarkan data pasien dari masing-masing puskesmas di Kabupaten Tulungagung sesuai hasil CKG. Sebanyak 232 warga menerima bantuan ini. Melalui pembagian kacamata ini diharapkan mampu membantu aktivitas masyarakat yang mengalami mata plus yang kebanyakan diakibatkan faktor usia. Dengan begitu, masyarakat penderita mata plus tidak lagi kesulitan jika ingin menjalankan aktivitas seperti mengaji atau membaca, sehingga lebih mudah untuk beraktivitas.

"Saat ini kami masih fokus untuk menyalurkan bantuan kacamata baca gratis untuk penderita mata plus. Sedangkan untuk kacamata minus bagi penderita kelainan visus, dilakukan setelah penyaluran kacamata baca selesai," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.