Senin, 22 Jun 2026 03:53 WIB

GABSI Kabupaten Kediri Matangkan Persiapan Atlet Bridge Menuju Porprov 2027

  • Penulis :
  • | Senin, 12 Jan 2026 16:50 WIB
Para atlet GABSI sedang memainkan Bridge. (Foto: KONI Kabupaten Kediri/jatimnow.com)
Para atlet GABSI sedang memainkan Bridge. (Foto: KONI Kabupaten Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Cabang olahraga bridge yang berada di bawah naungan Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Kediri mulai menunjukkan keseriusannya dalam membangun prestasi. Setelah resmi dikukuhkan oleh KONI Kabupaten Kediri pada 29 Desember 2025, GABSI langsung memprioritaskan pembinaan atlet sebagai langkah awal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.

Ketua Umum GABSI Kabupaten Kediri, Wawan Sarudi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk fokus pada pembinaan atlet demi memenuhi target tampil di Porprov X Tahun 2027 yang direncanakan berlangsung di Surabaya.

Baca Juga: Pemkab Kediri Berikan Beasiswa BERANI untuk 58 Atlet Berprestasi

“Target kami pada tahun 2026 adalah mampu meraih minimal peringkat tiga besar dari tiga kejuaraan sebagai syarat mengikuti Porprov X 2027. Oleh karena itu, pembinaan atlet dan pemusatan latihan atau Training Center (TC) menjadi fokus utama kami,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).

Pada tahun 2026, GABSI Kabupaten Kediri membidik tiga ajang besar, yakni POPDA di Ngawi, Kejuaraan Provinsi di Kabupaten Pasuruan, serta Liga Bridge Siswa Nasional (LBSN) di Jakarta. Selain itu, GABSI juga berencana ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional Piala Bupati Jember yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Wawan menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah memperkenalkan olahraga bridge kepada masyarakat luas, mengingat GABSI Kabupaten Kediri masih tergolong organisasi baru di bawah KONI.

“Sebagai cabor yang baru terbentuk, tentu tantangan kami cukup besar, terutama dalam hal sosialisasi dan mendapatkan dukungan masyarakat terhadap olahraga bridge,” ujarnya.

Baca Juga: POSSI Kediri Borong 14 Medali di Kejurda Finswiming Jawa Timur 2026

Dalam proses penjaringan atlet, GABSI Kabupaten Kediri masih mengandalkan jalur sekolah. Hal ini dilakukan karena bridge masih dalam tahap pengembangan di daerah. Beberapa sekolah telah menjadi pelopor, seperti SD Negeri Jatirejo dan SD Negeri Parang 1 di Kecamatan Banyakan, SMK Negeri Grogol melalui rekomendasi klub, serta SMA Negeri 1 Pare yang sebelumnya telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler bridge.

Saat ini, GABSI Kabupaten Kediri membina puluhan atlet aktif dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya, SD Negeri Parang 1 memiliki 8 atlet (4 putra dan 4 putri), SD Negeri Jatirejo dengan 10 atlet (6 putra dan 4 putri), SMK Negeri Grogol sebanyak 6 atlet putra, serta SMA Negeri 1 Pare dengan total 12 atlet yang terdiri dari 3 putra dan 9 putri.

Untuk meningkatkan kemampuan atlet, GABSI telah menyusun program latihan yang rutin dan terjadwal, baik secara langsung maupun daring. Latihan tatap muka dilakukan hampir setiap hari di masing-masing sekolah, sementara latihan online dilaksanakan melalui aplikasi Bridge Base Online (BBO) setiap Senin hingga Rabu pukul 19.30–21.00 WIB.

Baca Juga: Warisi Darah Pesilat, Kakak Beradik asal Kediri Ukir Prestasi hingga Nasional

“Program latihan kami sudah terjadwal, baik melalui pertemuan langsung maupun secara online menggunakan aplikasi BBO,” jelas Wawan.

Ia pun berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Kediri yang tertarik menekuni olahraga bridge. Menurutnya, selain mengasah kecerdasan dan kemampuan strategi, bridge juga membuka peluang prestasi dan berbagai manfaat lainnya.

“Bagi yang berminat bisa menghubungi GABSI atau KONI Kabupaten Kediri. Kami berharap anak-anak muda dapat menggali dan mengembangkan potensinya melalui olahraga bridge. Atlet berprestasi tentu akan mendapatkan berbagai bentuk penghargaan, baik secara materi maupun kemudahan lain seperti beasiswa atau jalur prestasi ke perguruan tinggi,” tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.