Senin, 15 Jun 2026 06:37 WIB

Tak Ada Kembang Api, Pemkab Trenggalek Gelar Nobar Film Dokumenter

  • Penulis :
  • | Kamis, 01 Jan 2026 11:45 WIB
Foto: Bupati Trenggalek, M Nur Arifin saat menggelar nobar film dokumenter di malam pergantian tahun. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek, M Nur Arifin saat menggelar nobar film dokumenter di malam pergantian tahun. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Perayaan malam pergantian tahun di Pemkab Trenggalek kali ini berbeda dengan sebelumnya. Selain menggelar doa bersama lintas agama, mereka juga nonton bareng (Nobar) Film Tambang Emas Ra Ritek di halaman Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Film Tambang Emas Ra Ritek merupakan film dokumenter pemenang Piala Citra 2025 dengan kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik. Film ini merekam perjuangan warga Trenggalek menolak pertambangan emas demi melindungi lingkungan dan ruang hidup mereka.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto mengatakan, malam pergantian tahun 2026, terdapat intruksi agar tidak menggelar hiburan berupa kembang api atau kegiatan hura-hura. Hal ini sebagai bentuk empati kepada korban bencana di Sumatra.

"Ini juga menjadi refleksi kita, khususnya dalam upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya memelihara alam dan menjadikan alam tetap lestari," ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Tak hanya sekedar memeriahkan malam pergantian tahun baru, pemutaran film dokumenter ini menjadi pesan bahwa Pemkab Trenggalek akan tetap berkomitmen mengedepankan pelestarian alam dan menumbuhkan ekonomi hijau.

"Sebagaimana visi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tentang program keberpihakan terhadap alam," terangnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Edy menyebut pada tahun 2026 ini akan menjadi ujian bagi Pemkab Trenggalek dalam mengelola sumber daya alam dan mengelola sumber dana finansial yang terbatas. Maka upaya yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memanfaatkan sumber daya alam melalui skema ekonomi hijau.

"Apabila program tahun 2026 bisa terlaksana baik di tengah keterbatasan anggaran, semoga di tahun selanjutnya program pemerintah bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.