Kamis, 18 Jun 2026 13:09 WIB

PGN Borong Apresiasi BPH Migas 2025, Fokus Swasembada Energi Nasional

PGN raih apresiasi BPH Migas 2025 atas keberhasilan membangun jaringan gas mandiri di 817 ribu rumah dan menjaga pasokan energi di wilayah bencana. (Foto: PGN/jatimnow.com)
PGN raih apresiasi BPH Migas 2025 atas keberhasilan membangun jaringan gas mandiri di 817 ribu rumah dan menjaga pasokan energi di wilayah bencana. (Foto: PGN/jatimnow.com)

jatimnow.com - Upaya Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan impor LPG kian nyata melalui perluasan pemanfaatan gas bumi domestik.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN membuktikan komitmen ini dengan mengelola lebih dari 817.000 sambungan rumah (SR) di berbagai wilayah Indonesia hingga pengujung 2025.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Keberhasilan mengelola energi dari hulu ke hilir ini membawa PGN memborong sejumlah penghargaan dalam ajang Apresiasi BPH Migas 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa malam (30/12/2025).

Subholding Gas Pertamina ini dinilai konsisten memperluas akses energi, terutama melalui skema pembangunan jaringan gas (jargas) mandiri tanpa bergantung pada dana APBN.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa langkah PGN membangun infrastruktur secara mandiri menjadi kunci dalam menekan subsidi energi.

Sejak program jargas dimulai pada 2007, pertumbuhan pelanggan mandiri melonjak hingga 25�lam beberapa tahun terakhir.

"Kami mengapresiasi keberanian badan usaha yang berinovasi lewat moda gas pipa maupun CNG untuk menjangkau rumah tangga dan pelanggan kecil. Ini berdampak langsung pada pengurangan impor bahan baku LPG," ujar Wahyudi.

Selain urusan dapur warga, PGN juga mengamankan pasokan energi untuk sektor industri melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

Langkah ini menempatkan PGN sebagai badan usaha niaga terbesar yang menyalurkan volume gas mencapai 833 BBTUD serta volume transmisi 1.622 MMSCFD per September 2025.

Respons Cepat di Tengah Bencana Sisi humanis PGN terlihat saat bencana alam melanda wilayah Sumatra baru-baru ini.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

BPH Migas memberikan penghargaan khusus atas kecepatan PGN bersama anak usahanya, PT Transgasindo Indonesia (TGI) dan PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memulihkan serta mendistribusikan energi di lokasi terdampak.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh awak perusahaan dalam menjaga layanan yang adaptif.

Menurutnya, gas bumi bukan sekadar komoditas, melainkan penggerak roda ekonomi yang harus tetap menyala meski dalam kondisi sulit.

"Dedikasi ini kami tujukan agar masyarakat merasakan langsung manfaat energi bersih. Kami ingin kehadiran PGN benar-benar memacu ekonomi dan mendukung swasembada energi yang dicanangkan pemerintah," kata Aldiansyah.

Dominasi PGN dalam ekosistem hilir migas nasional semakin dipertegas dengan keberhasilan anak-anak perusahaannya menyapu bersih berbagai kategori bergengsi dalam ajang tersebut.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan

Prestasi ini tercermin dari kinerja Pertagas dan TGI yang dinobatkan sebagai Badan Usaha Pengangkutan Terbesar Terbaik berkat keandalan infrastruktur pipanya.

Di saat yang sama, Pertagas bersama PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) juga mencatatkan sumbangsih nyata sebagai kontributor terbesar terhadap penerimaan negara di bidang gas bumi.

Keberhasilan ini kian lengkap setelah PGN resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang hak khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Kota Batam, sebuah langkah strategis yang memperkuat mandat perusahaan dalam mengelola energi di gerbang ekspor nasional.

Capaian ini mempertegas posisi PGN sebagai tulang punggung transisi energi di Indonesia, yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan setiap molekul gas bumi memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi nasional.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.