Senin, 22 Jun 2026 02:56 WIB

Balongjeruk yang Viral karena Patung Macan Putih Raih Penghargaan Desa Berseri Jatim

  • Penulis :
  • | Selasa, 30 Des 2025 19:05 WIB
Patung Macan Putih yang viral di Desa Balongjeruk Kediri. (Foto: Istimewa)
Patung Macan Putih yang viral di Desa Balongjeruk Kediri. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Desa Balongjeruk di Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri kini dikenal masyarakat luas berkat patung Macan Putih yang absurd. Di balik kontroversi itu, desa ini berhasil meraih Penghargaan Desa Berseri Harapan IV tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Alhamdulillah piagam dari Provinsi Jawa Timur untuk Desa Balongjeruk di penghujung tahun 2025," kata Kepala Desa Balongjeruk Safi'i, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Menurutnya penghargaan ini tidak luput dari usaha semua pihak, mulai dari perangkat desa, kader, dan masyarakat Desa Balongjeruk khususnya.

Kasi Kesejahteraan Desa Balongjeruk, Moh Wasis, menjelaskan bahwa keikutsertaan desa dalam ajang Desa Berseri berawal dari adanya surat edaran Pemerintah Kabupaten Kediri melalui DLH. Surat tersebut menjadi dasar Desa Balongjeruk mengikuti proses seleksi hingga akhirnya berhasil masuk kategori harapan empat dan menerima penghargaan dari tingkat provinsi.

"Penghargaan yang kami terima hari ini di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, berawal dari ada surat edaran dari pemerintah Kabupaten Kediri melalui DLH. Surat edaran ini berkaitan dengan lomba Desa Berseri, itu kami dari Desa Balongjeruk mengikuti kegiatannya seleksi Itu," jelasnya.

Wasis menuturkan, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan desa sejak beberapa tahun terakhir. Program kepedulian lingkungan sudah dimulai jauh sebelum tahun 2024, tepatnya sejak 2022, dengan fokus pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Langkah yang kami lakukan itu ya mulai dari membersihkan lingkungan, memberantas jentik nyamuk, itu sudah kami lakukan jauh sebelum tahun 2024," katanya.

Lebih lanjut Wasis menjelaskan, program penanaman sayur dan buah di pekarangan tersebut pada awalnya ditujukan untuk membantu pemenuhan gizi balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi, serta melibatkan balai layanan kesehatan dan kader Posyandu. Seiring berjalannya waktu, program ini kemudian diadopsi oleh Puskesmas di tingkat kecamatan dan menular ke desa-desa lain.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Kita mulai Inten tahun 2022, kita ada gerakan menanam sayur dan buah di pekarangan rumah. Itu awalnya kita peruntukkan untuk balita yang stunting, ibu hamil yang ada risiko tinggi, serta kader-kader Posyandu. Alhamdulillah, seiring waktu berjalan, program itu diadopsi di tingkat Puskesmas di tingkat kecamatan dan itu menular ke desa-desa lain," jelasnya.

Tak sampai disini, selanjutnya, Desa Balongjeruk akan terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan. Selain perangkat desa, pelibatan RT, RW, kader desa, kader Posyandu, hingga PKK menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Jadi, kami mengembangkannya lebih lanjut terkait dengan  peningkatan kapasitas. Selain perangkat desa, ada juga lembaga desa seperti RT, RW, dan kader desa berkaitan dengan peduli lingkungan, peduli kebersihan lingkungan," terangnya.

Bahkan pihaknya juga telah memberikan contoh nyata dimana pemerintah desa mengembangkan pusat penanaman sayur yang dikelola oleh ibu-ibu kader dan PKK. Hasilnya akan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi setiap dusun.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Wasis berharap penghargaan Desa Berseri pertama yang diterima Desa Balongjeruk dapat menjadi pemacu semangat seluruh elemen desa untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk lebih giat lagi bersosialisasi dan mengajak masyarakat mencintai serta melestarikan lingkungan,” harapnya.

Harapan yang sama juga dilontarkan Kepala Desa Balongjeruk Safi'i. Ia berharap warganya lebih peduli dengan lingkungan. "Harapan semua warga sadar tentang kebersihan," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.