Kamis, 18 Jun 2026 23:51 WIB

Cerita Legenda di Balik Patung Macan Putih Balongjeruk Kediri yang Viral

  • Penulis :
  • | Minggu, 28 Des 2025 08:00 WIB
Patung Macan Putih yang viral di Kediri. (Foto: Istimewa)
Patung Macan Putih yang viral di Kediri. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com – Viral patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tak lepas dari kisah lama yang hidup di tengah masyarakat. Di balik patung yang ramai diperbincangkan warganet karena bentuknya yang dinilai tak lazim, tersimpan cerita tentang Macan Putih, sosok yang diyakini sebagai penjaga desa.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengatakan ide pembuatan patung Macan Putih berawal dari cerita yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Cerita tersebut kerap disampaikan oleh Mbah Maskam, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal warga Balongjeruk.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Desa Balongjeruk itu ada seorang tokoh agama, juga tokoh masyarakat, juga perangkat desa yang namanya Mbah Maskam itu sering cerita bahwasanya di Desa Balongjeruk itu yang momong atau mungkin kalau zaman dulu itu bisa dikatakan itu adalah pawang atau danyang. Itu katanya macan putih, gitu,” jelasnya, Sabtu (27/12/2025).

Safi’i menyebut, kisah Macan Putih sebagai penjaga desa juga diperkuat oleh cerita sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Bahkan, menurutnya, kepala desa pada periode sekitar tahun 1998 juga pernah mengaku mengalami hal serupa.

“Juga beberapa tokoh masyarakat juga mengatakan orang-orang yang dulu itu juga mengatakan seperti itu, bahwa bahkan, kepala desa yang kurang lebih periode tahun ’98-an, itu juga bercerita bahkan sering ketemu macan putih,” lanjutnya.

Berangkat dari cerita tersebut, pihak desa kemudian menggelar musyawarah bersama warga. Hasilnya, disepakati pembuatan patung Macan Putih sebagai simbol legenda dan identitas Desa Balongjeruk.

Safi’i menegaskan bahwa pembangunan patung tersebut tidak menggunakan dana desa. Seluruh biaya pembuatan berasal dari dana pribadi kepala desa.

“Ya, tapi dengan semuanya itu tidak ada keterkaitannya dengan dana desa. Murni hak itu pribadi saya dengan nominal dana Rp3.500.000, yang Rp2 juta itu untuk pemborong pembuat patung dan telapaknya, yang Rp1.500.000 untuk material bahannya,” tegasnya.

Meski dilandasi niat melestarikan cerita desa, Safi’i mengakui hasil patung justru memunculkan beragam reaksi di media sosial. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika keberadaan patung tersebut menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Itu yang bisa saya sampaikan dan saya mohon maaf seandainya pembuatan patung ini juga membuat gaduh atau di dunia maya saling apa ya? Eh, memberikan komentar, tapi saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua atensi, atas komentar, atas pendapat dan saya tetap mengharapkan sangat,” tuturnya.

Menindaklanjuti viralnya patung Macan Putih, Safi’i memastikan patung tersebut akan diganti dengan desain baru yang lebih estetik dan mendekati karakter macan sesungguhnya. Proses pemesanan patung pengganti telah dilakukan kepada perajin di wilayah Ngadiluwih.

“Intinya kemarin sudah kesepakatan dengan harga Rp2.500.000, ini ambil sendiri di Ngadiluwih. Soalnya saya DP 500 dengan perjanjian apabila tidak sesuai dengan ekspektasi 90 persen, itu tidak jadi,” terangnya.

Keberadaan patung Macan Putih juga mendapat perhatian dari pemerhati masyarakat sekaligus pimpinan LSM di Kediri, Khairul Anam. Ia menilai ide pembuatan patung tersebut sangat baik karena menggali sejarah dan mitos desa, meski pelaksanaannya perlu dievaluasi.

“Sudah saya sampaikan ke Pak Kades, itu agar macannya itu diganti yang estetik sesuai dengan karakternya. Jadi, karakter macan itu bagaimana? Itu kan ada bentuk-bentuknya, ada ekspresinya macan itu. Kalau seperti itu kan jadi guyonan, begitu,” ujarnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Khairul menegaskan bahwa secara gagasan, ia sangat mendukung upaya mengangkat cerita lokal Desa Balongjeruk.

“Jadi, idenya saya setuju, bahkan sangat setuju karena menggali sejarah dan mitos desa sini,” tandasnya.

Ia berharap, viralnya patung Macan Putih justru bisa menjadi titik balik yang positif bagi desa.

“Harapannya begini, karena ini kadung viral dan memang kalau tidak kontroversi seperti ini enggak terkenal. Harapan saya dari yang menertawakan berubah menjadi yang menggembirakan,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.