Kamis, 18 Jun 2026 11:46 WIB

Hasil Cek Kesehatan Gratis: 74 Ribu Warga Trenggalek Kurang Aktivitas Fisik

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Des 2025 09:59 WIB
Foto: Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sebanyak 74 ribu warga Trenggalek kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini terungkap dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Trenggalek.

Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto mengatakan, CKG merupakan program Presiden Prabowo Subianto dalam mensukseskan quick win (program prioritas) di bidang kesehatan. Pada awal Desember 2025, CKG telah menyasar 184.643 orang.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Rata-rata program CKG menyasar paling banyak kelompok umur dewasa dengan jumlah 83.712 orang," ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Sunarto menjelaskan, layanan CKG diberikan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan masyarakat. Sasarannya adalah bayi baru lahir, Balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa dan kelompok usia lanjut.

"Semua kelompok usia masuk dalam sasaran CKG, tidak ada kelompok usia prioritas. Karena ini Program Strategis Nasional (PSN) untuk kesehatan masyarakat," terangnya.

Berdasarkan hasil CKG di Trenggalek, didapati mayoritas masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik. Dari jumlah yang sudah diperiksa sebanyak 79.099 orang atau 92,45 persen diketahui kurang beraktifitas fisik. Disusul, penyakit Hipertensi sebanyak 28.009 orang atau 26,69 persen.

Masalah kesehatan gigi ditemukan 36.334 orang atau 48,35 persen dan gigi hilang sebanyak 25.797 orang atau 34,21 persen.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Kami juga menemukan sebanyak 16.726 orang atau 15,94 persen mengalami prehipertensi. Serta sebanyak 15.788 orang atau 18,11 persen mengalami prediabetes," paparnya.

Dinkes Dalduk KB Trenggalek telah melakukan kegiatan promotif preventif guna mencegah munculnya penyakit pada masyarakat yang beresiko. Dari 22 puskesmas di Trenggalek, juga memberikan kegiatan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kami juga aktif untuk pembentukan program pengelolaan penyakit kronis. Tapi di masyarakat masih banyak anggapan kalau pemeriksaan kesehatan tidak terlalu penting," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Program CKG ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, karena dapat mendeteksi dini penyakit yang dialami. Sehingga penanganan lebih awal dan harapan kesembuhan lebih tinggi.

"Semoga masyarakat bisa lebih sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan. Agar penyakit yang terdeteksi, bisa mendapatkan penanganan lebih awal," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.