Jumat, 12 Jun 2026 07:47 WIB

DPR RI Desak Pelaku Kekerasan di Kampus Dihukum Maksimal

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 22 Des 2025 21:40 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, dalam Sosialisasi Kebijakan Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024 di Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, dalam Sosialisasi Kebijakan Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024 di Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, meminta agar pelaku kekerasan atau bullying di kampus mendapatkan hukuman maksimal. Menurutnya, sanksi yang selama ini diterapkan di beberapa perguruan tinggi masih jauh dari kata tegas, sehingga kekerasan kerap berulang.

Pernyataan tersebut disampaikan Bang Pur, sapaan akrab Muhammad Nur Purnamasidi, usai kegiatan Sosialisasi Kebijakan Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi (PPKPT) 2025, yang digelar di Aula Kampus STIA Pembangunan Jember, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Bagi saya, bullying atau kekerasan hukumnya harus maksimal. Tidak bisa lagi kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, karena itu yang membuat kekerasan terus terulang,” tegas Bang Pur. Ia menambahkan, penyelesaian kasus secara informal justru memberi kesempatan bagi pelaku untuk lolos dari sanksi hukum.

Politisi Golkar ini menyoroti fenomena sanksi yang belum maksimal di sejumlah kampus. Akibatnya, banyak mahasiswa yang mengalami dampak serius, termasuk bunuh diri atau putus kuliah. “Itulah sebabnya sosialisasi harus diperkuat, dan lembaga terkait harus aktif melakukan pemberdayaan,” ujarnya.

Bang Pur menekankan pentingnya Satgas Kekerasan di Perguruan Tinggi, yang melibatkan unsur mahasiswa dan mekanisme partisipatif. Menurutnya, keberadaan Satgas bisa membuat mahasiswa lebih berani melapor dan mendapatkan perlindungan.

“Dengan Satgas, mahasiswa merasa aman dan yakin persoalannya bisa diselesaikan. Ini juga sesuai dengan perintah Permendikbud Ristek,” jelasnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Selain itu, Bang Pur menyoroti pergeseran sikap mahasiswa saat ini, terutama di kampus swasta, yang cenderung sibuk dengan urusan pribadi.

"Mahasiswa sering kuliah sore, bekerja pagi, atau fokus pada kepentingannya sendiri. Akibatnya, masalah di lingkungan kampus kerap harus dihadapi sendiri,” tambahnya.

Anggota Komisi X DPR RI ini berharap negara menyiapkan anggaran dari APBN untuk memperkuat investigasi kasus kekerasan di perguruan tinggi.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

“Investigasi butuh anggaran. Tanpa itu, proses hukum tidak bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bang Pur juga meninjau realisasi bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) di Laboratorium Pelayanan Publik dan Laboratorium Pemasaran Digital STIA Pembangunan Jember.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.