Kamis, 18 Jun 2026 06:17 WIB

Jelang Nataru, Harga Sejumlah Bahan di Pasar Basah Trenggalek Tak Stabil

  • Penulis :
  • | Sabtu, 20 Des 2025 09:20 WIB
Foto: Aktivitas di pasar basah Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aktivitas di pasar basah Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sejumlah komoditas di Pasar Basah Trenggalek mengalami fluktuasi harga. Hal ini membuat pelaku usaha makanan harus pintar mengatur strategi agar tidak merugi.

Salah satu pedagang, Siti Fatimah mengatakan, kondisi naik turunnya harga bahan pokok sering terjadi saat momen hari besar atau libur sekolah. Hal ini diperkirakan karena pengaruh permintaan pasar.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Dalam seminggu terakhir, beberapa harga bahan pokok mengalami penurunan. Meskipun ada juga komoditas yang mengalami kenaikan harga," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabe rawit. Semula harga cabe rawit naik diangka Rp90 ribu per kilogram. Kini sudah turun menjadi Rp58 ribu per kilogram. Selain cabe rawit, komoditas bawang merah juga turun menjadi Rp55 ribu per kilogram dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram. Namun, harga telur ayam mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Dari harga Rp24 ribu naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

"Wortel juga naik, dari harga Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram," ungkapnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas di pasar, tentu berdampak pada pelaku usaha kuliner. Mereka harus pintar melakukan strategi agar tidak merugi di tengah fluktuasi harga.

"Meski harga cabe, bawang dan ayam tidak stabil, saya harus mengatur strategi agar tidak merugi," ucap salah satu pemilik warung ayam bakar di Trenggalek, Wira.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Wira mengaku enggan untuk menaikan harga jual ayam bakar. Namun dia memilih untuk menyesuaikan porsi kepada konsumen.

"Beberapa waktu lalu harga ayam sempat naik dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per Kilogram. Jadi saya harus menyesuaikan jualan saya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.