Kamis, 18 Jun 2026 02:33 WIB

Bupati Trenggalek Beberkan Gagasan Pengurangan Emisi dan Keuangan Inklusi

  • Penulis :
  • | Jumat, 19 Des 2025 14:10 WIB
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melaunching program sangu sampah. (Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melaunching program sangu sampah. (Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemkab Trenggalek melaunching program sangu sampah untuk pelajar sekolah dan pondok pesantren. Program ini bertujuan untuk menggabungkan edukasi lingkungan dan inklusi keuangan bagi pelajar.

Program ini dilaunching oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup, Edy Nugroho Santoso di Kantor Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Program inovasi sangu sampah merupakan langkah konkret untuk menuju target Trenggalek Net Zero Carbon 2045," ujar Mas Ipin, Jumat (19/12/2025).

Gagasan program sangu sampah berawal dari penghitungan emisi karbon di Trenggalek. Dari hasil penghitungan, emisi karbon terbesar berasal dari sektor energi 42 persen, pertanian 40 persen, sampah 16 persen dan sisanya sektor industri.

"Trenggalek masih surplus emisi sekitar 115 ribu ton CO2 ekuivalen. Setara dengan menanam 130 hektare mangrove atau mengatasi 80 persen sampah yang dihasilkan masyarakat," tuturnya.

Mengingat kemampuan fiskal Trenggalek sangat terbatas, pemerintah daerah mencoba untuk mengatasi sektor sampah. Disisi lain, pengolahan sampah juga memerlukan dana besar.

"Sampah dapat memiliki nilai ekonomi jika diolah. Tapi kami tidak memiliki biaya untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah dan belum mampu untuk menggaji petugas dalam jumlah banyak," terangnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Maka Mas Ipin memiliki inovasi sangu sampah dengan melibatkan pelajar sekolah dan santri pondok pesantren. Melalui program tersebut, bisa menjadi edukasi peduli lingkungan kepada siswa serta mendapatkan uang saku dari hasil tabungan sampah.

"Program ini akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga perguruan tinggi. Setiap siswa miliki satu akun rekening, tapi untuk siswa SD dan santri akun rekening akan dikelola oleh guru atau pengurus pondok," paparnya.

Setiap siswa yang mengumpulkan sampah akan mendapatkan poin dalam aplikasi TGX Waste Coin. Nilai ekonomi sampah akan dihitung setiap tiga bulan sekali sebelum dikonversikan menjadi uang saku siswa.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Uang ini dapat digunakan siswa untuk kepentingan pendidikan mereka. Sehingga bisa membantu ekonomi keluarga dan mampu menjadi agen perubahan menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu siswi SMAN 2 Trenggalek, Humairah Setya menyambut positif program Sangu Sampah. Menurutnya, program ini bisa menumbuhkan peduli lingkungan dan semangat menabung sejak dini.

"Harapannya program ini bisa mengurangi sampah dan emisi. Juga membantu pembiayaan pendidikan melalui tabungan sampah," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.