Rabu, 22 Jul 2026 07:30 WIB

Rempah Indonesia Lolos Uji Radiasi, 174 Ton Meluncur ke Amerika

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memimpin langsung pelepasan ekspor perdana rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 di Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak, Senin (15/12/2025). (Foto/Dok BPOM)
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memimpin langsung pelepasan ekspor perdana rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 di Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak, Senin (15/12/2025). (Foto/Dok BPOM)

jatimnow.com - Teka-teki nasib ekspor rempah Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS) terjawab sudah. Setelah sempat terancam karena isu kontaminasi Cesium-137, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan komoditas unggulan Tanah Air itu kini aman dan siap bersaing di pasar global.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memimpin langsung pelepasan ekspor perdana rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 di Terminal Petikemas Surabaya, Tanjung Perak, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jawa Timur Perluas Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Momen ini menjadi penanda strategis bahwa Indonesia berhasil memenuhi standar keamanan pangan internasional yang ketat, sekaligus membuka kembali pintu pasar utama bagi para petani dan eksportir rempah.

Pengiriman shipment kali ini melibatkan delapan kontainer berisi cengkeh (clove) dan kayu manis (cinnamon) dengan total volume 174 ton. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar.

Taruna Ikrar menegaskan, keberhasilan ini berakar dari pengakuan global terhadap sistem pengawasan pangan nasional.

Sebelumnya, AS menerapkan kebijakan pengawasan ketat, terutama melalui Import Alert 99-52, yang sempat menahan (Detention Without Physical Examination/DWPE) komoditas berisiko tinggi asal Indonesia.

Namun, kepercayaan AS pulih setelah Food and Drug Administration (US FDA) secara resmi menunjuk BPOM sebagai Certifying Entity (CE) bagi produk rempah Indonesia.

Penunjukan ini memberikan BPOM mandat untuk menjamin rempah yang dikirim ke AS benar-benar bebas Cesium-137.

"Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pelepasan ekspor rempah bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat," kata Taruna.

Penunjukan BPOM sebagai Certifying Entity oleh US FDA adalah bentuk diplomasi berbasis kepercayaan.

"Ini menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas dan kredibilitas sistem pengawasan pangan Indonesia," ucapnya.

Langkah BPOM ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang sempat khawatir terhadap kebijakan import alert US FDA.

Baca Juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Taruna Ikrar menegaskan, pengiriman kontainer ini sekaligus menjawab kecemasan berbagai pihak dan menegaskan komitmen Indonesia.

Untuk menjamin keamanan, BPOM telah melakukan serangkaian langkah penguatan regulasi dan teknis. Hal ini mencakup pemeriksaan fasilitas eksportir, pemindaian cemaran Cesium-137 menggunakan Radioisotope Identification Device (RIID) bekerja sama dengan BAPETEN dan BRIN, hingga pengujian lanjutan di laboratorium.

"Sebagai bukti pemenuhan persyaratan keamanan, BPOM menerbitkan Shipment-Specific Certificate (SSC). Ini menjadi jaminan bahwa rempah yang diekspor benar-benar aman dan sesuai dengan ketentuan FDA," ujarnya.

Dalam periode November hingga 12 Desember 2025, tercatat 125 shipment rempah yang akan diekspor ke AS.

Sebanyak 82% di antaranya telah menjalani proses scanning dan sampling, dan 37 SSC telah diterbitkan.

Ketua Bidang Komunikasi dan Diplomasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan, memberikan apresiasi tinggi atas peran BPOM.

Baca Juga: Jangan Tergiur Warna! Ini Panduan Pilih Kudapan Idul Fitri yang Berkualitas

Ia menilai, langkah cepat dan terukur BPOM menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekspor rempah ke pasar AS.

Bara menjelaskan, pemerintah AS tidak pernah memberlakukan pelarangan total, melainkan menerapkan pengetatan melalui skema red list dan yellow list. Rempah yang dilepas kali ini berasal dari perusahaan kategori yellow list.

"Kami melihat BPOM bekerja sangat cepat dan profesional dalam menjalankan peran sebagai Certifying Entity di Indonesia," kata Bara.

Ia menambahkan, proses sertifikasi yang dilakukan BPOM bersama BRIN telah memastikan bahwa rempah Indonesia bebas dari kontaminasi Cesium-137.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan mitra dagang global terhadap produk pangan Indonesia.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga integritas keamanan pangan dan meningkatkan daya saing rempah Indonesia di pasar internasional.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.