Kamis, 18 Jun 2026 03:55 WIB

Revolusi Kopi Garut, Sentuhan Desa Sejahtera Astra Ubah Nasib 4.000 Warga

Para petani Desa Sejahtera Astra Cikajang merawat bibit kopi di kebun, langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi arabika Garut. (Foto: Astra/jatimnow.com)
Para petani Desa Sejahtera Astra Cikajang merawat bibit kopi di kebun, langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi arabika Garut. (Foto: Astra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aroma kopi di perbukitan Cikajang, Garut, kini membawa angin segar bagi ribuan petani lokal. Bukan sekadar soal panen yang melimpah, taraf hidup mereka berubah drastis setelah produk kopi Garut berhasil menembus pasar internasional lewat pendampingan program Desa Sejahtera Astra.

Dampak ekonomi dari program ini terasa nyata di dompet para petani. Jika sebelumnya pendapatan rata-rata keluarga petani hanya berkisar Rp1,3 juta per bulan, kini angka tersebut melonjak ke kisaran Rp3,7 juta. Bahkan, sebagian keluarga petani kini mampu mengantongi lebih dari Rp4,5 juta setiap bulannya.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Kenaikan pendapatan ini bukan kebetulan semata. Kopi Arabika Garut hasil olahan petani Cikajang kini tidak hanya dinikmati warga lokal, tetapi telah melanglang buana. Ekspor kopi ini telah merambah pasar Eropa, Dubai, Mesir, Singapura, hingga pengiriman terbaru yang sukses menembus pasar Thailand.

Transformasi besar ini tidak lepas dari tangan dingin Bernard Suryanto Langoday. Sebagai Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Cikajang, Bernard memainkan peran kunci dalam mengubah pola pikir petani tradisional menjadi wirausahawan modern atau coffee sociopreneur.

Bernard bergerak dari hulu ke hilir. Ia tidak bekerja sendirian, melainkan merangkul lebih dari 4.000 warga desa. Fokusnya jelas, yakni menerapkan standar kualitas tinggi, mengenalkan teknik budidaya modern, serta mengajarkan pentingnya nilai tambah dalam pemasaran.

Kegiatan pelatihan teknik penyeduhan kopi yang baik membantu petani Desa Sejahtera Astra Cikajang memahami standar kualitas dan cita rasa kopi arabika yang siap dipasarkan. (Foto: Astra/jatimnow.com)Kegiatan pelatihan teknik penyeduhan kopi yang baik membantu petani Desa Sejahtera Astra Cikajang memahami standar kualitas dan cita rasa kopi arabika yang siap dipasarkan. (Foto: Astra/jatimnow.com)

Baca Juga: Mau Mudik Pakai Mobil Baru? Intip Promo DAIFIT dari Astra Daihatsu

Berkat pendampingan intensif ini, para petani kini memiliki kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak lagi hanya menjual biji mentah dengan harga murah, tetapi memahami cara mengelola usaha hingga memiliki koperasi mandiri yang memperkuat posisi tawar mereka di pasar.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa keberhasilan di Garut adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat pedesaan. Bagi Astra, desa bisa berdaya jika warganya diberi akses dan kesempatan.

"Astra percaya kemandirian desa tumbuh saat masyarakat punya kapasitas dan akses untuk berkembang. Penguatan ekosistem kopi Garut ini adalah wujud dukungan kami agar potensi lokal bisa memberi manfaat berkelanjutan," ujar Djony.

Baca Juga: Sentuhan Astra Ubah Batik Singkawang Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Semangat ini sejalan dengan cita-cita besar Astra untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Lewat program ini, jejak ketidakpastian yang dulu menghantui petani Cikajang kini berganti menjadi harapan baru, membuktikan bahwa kopi desa bisa menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia.

Kisah inspiratif perjuangan Bernard dan para petani Garut dalam mengubah wajah desa mereka dapat disaksikan selengkapnya melalui kanal YouTube SATU Indonesia

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.