Minggu, 14 Jun 2026 10:07 WIB

YPTA Surabaya Gelar Simposium, Dorong Literasi Toleransi Mahasiswa

Simposium moderasi beragama dan bedah buku ini dihadiri oleh berbagai elemen pemuda dan tokoh kota. (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)
Simposium moderasi beragama dan bedah buku ini dihadiri oleh berbagai elemen pemuda dan tokoh kota. (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com – Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menggelar Simposium Kepemudaan dan Moderasi Beragama serta Bedah Buku Melampaui Warna Kulit untuk memperkuat literasi toleransi dan kebangsaan di kalangan mahasiswa, di tengah dinamika keberagaman yang semakin kompleks.

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen pemuda dan tokoh kota ini menyajikan paparan dari Ketua YPTA Surabaya J. Subekti, S.H., M.M., sebagai salah satu panelis. Ia menegaskan peran generasi muda sebagai penjaga persatuan bangsa.

“Generasi muda perlu memiliki pandangan yang luas dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Sikap saling menghormati merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis,” ujar J. Subekti dalam paparannya.

Ia juga mengungkap peran pendidikan tinggi dalam menumbuhkan semangat kebangsaan yang konstruktif.

"Indonesia dibangun oleh semangat bersama. Mahasiswa harus menjadi bagian dari energi positif itu dengan terus mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Selain itu, J. Subekti mengajak mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam menjaga masa depan bangsa melalui tindakan yang bermanfaat.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Nilai-nilai fundamental bangsa, seperti saling menghargai dan semangat membangun, harus dirawat melalui literasi, dialog terbuka, dan kolaborasi lintas komunitas.

Buku Melampaui Warna Kulit yang dibahas dalam forum tersebut menjadi sorotan, karena menghadirkan refleksi tentang bagaimana manusia seharusnya memandang sesama secara lebih utuh dan setara, dengan menekankan empati dan keterbukaan.

Acara ini juga dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memberikan dukungan terhadap penguatan karakter generasi muda.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Ia menyampaikan rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk memperluas ruang dialog kepemudaan hingga tingkat kampung.

“Anak-anak muda membutuhkan ruang untuk bertemu, bertukar pikiran, dan memahami satu sama lain. Dari ruang-ruang kecil itulah lahir gagasan besar yang dapat mendorong kemajuan kota,” ujar Eri.

Eri optimism terhadap potensi pemuda Surabaya. “Anak muda punya kekuatan besar. Bila bergerak bersama untuk kebaikan, perubahan positif pasti dapat terwujud,” tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.