Kamis, 18 Jun 2026 19:36 WIB

Bupati Trenggalek Berikan Uang Saku Kepada Siswa Yang Membawa Sampah

  • Penulis :
  • | Kamis, 04 Des 2025 09:59 WIB
Foto: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Airifin. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Airifin. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meluncurkan Program Sangu Sampah dalam rangka mewujudkan Kabupaten Trenggalek Net Zero Carbon 2045. Program ini menyasar pelajar sebagai program intensif pendidikan melalui koin hasil menyetor sampah yang dapat dikonversikan menjadi uang saku siswa.

Program Sangu Sampah tertuang dalam Intruksi Bupati Trenggalek Nomor: 100.3.4.2/2199/406.002.1/2025. Rencananya program akan dilaunching pada 21 Desember 2025 mendatang.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini dan membangun budaya memilah serta mengumpulkan sampah," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, Kamis (4/12/2025).

Mas Ipin akan menggandeng PT JET dan BPR Jwalita untuk merealisasikan Program Sangu Sampah. Kedua BUMD tersebut akan berbagi tugas untuk membuat rantai nilai sampah menjadi ekonomi dan mendistribusikan nilai ekonomi dari sampah.

"Sekarang kami mempersiapkan PT JET sebagai rantai untuk menilai sampah menjadi ekonomi. Sedangkan BPR Jwalita bertugas mendistribusikan nilai ekonomi dari pengumpulan sampah," ucapnya.

Program Sangu Sampah akan menyasar seluruh lembaga pendidikan di Trenggalek. Setiap sekolah akan menyiapkan pemilahan sampah dengan 8 kategori yang sudah ditentukan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Setiap siswa bisa membawa sampah seseuai kategori yang ditentukan. Sampah akan dikumpulkan dan dinilai agar siswa bisa mendapatkan poin," terangnya.

Poin yang didapatkan dari memilah dan mengumpulkan sampah dapat dikonversikan menjadi uang saku tambahan siswa. Uang tersebut bebas digunakaan siswa untuk belanja kebutuhan sekolah atau menjadi tabungan untuk menyiapkan pendidikan selanjutnya.

"Kami memang sengaja menyasar lembaga pendidikan. Bagi kami kesadaran lingkungan harus dipahami sejak usia dini sebagai pendidikan karakter," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Mas Ipin mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sangat penting. Apabila ekologi rusak tentu berdampak besar terhadap tatanan ekonomi yang telah dibangun.

"Saya hanya ingin menanamkan kepada siswa bahwa kalau kita baik dengan alam, maka alam akan memberikan hal baik kepada kita," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.