Minggu, 21 Jun 2026 04:40 WIB

Ribuan Warga Berebut Gunungan Wingko Babat dalam Semarak Festival di Lamongan

  • Penulis :
  • | Minggu, 30 Nov 2025 15:40 WIB
Ribuan wingko dibentuk gunungan dalam festival Wingko Babat Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ribuan wingko dibentuk gunungan dalam festival Wingko Babat Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Wingko Babat di Kabupaten Lamongan berlangsung meriah, ribuan masyarakat berkumpul menyemarakan kegiatan yang masuk dalam kalender wisata di Kota Soto ini.

Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memperkuat nilai eksistensi kurliner Wingko Babat.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Digelar di Lapangan Sawonggaling, Kecamatan Babat, Minggu (30/11/2025). Sebanyak 5.800 buah wingko dari 13 pengusaha disusun menjadi satu gunungan yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi bentuk nyata pelestarian kuliner otentik yakni Wingko Babat, makanan tradisional yang telah melegenda sejak masa para pendahulu.

“Festival ini kita maksudkan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa wingko itu aslinya dari Babat. Sekarang wingko memang ada di mana-mana, tetapi akarnya bermula dari para leluhur, termasuk dari keluarga Loe Lan Ing yang sampai saat ini masih mempertahankan tradisi tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan industri kuliner Wingko membuat muncul banyak varian wingko, baik dari segi bentuk, rasa, maupun proses pengolahannya. Namun, identitas Wingko Babat sebagai kuliner khas daerah harus tetap dipegang teguh.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

“Harapan ke depannya, tentu supaya wingko semakin digemari masyarakat sehingga omzetnya meningkat. Produsen juga harus terus meningkatkan kualitas dan inovasi agar semakin menarik," tuturnya.

Sementara itu Lurah Babat Anom Priyambodo menuturkan pihaknya telah berupaya membuat hak paten untuk makanan khas Babat yakni Wingko supaya dapat melestarikan warisan budaya setempat. 

“Nama wingko babat nanti akan kita jadikan hak paten, sudah dikoordinasikan dengan pemda dan dinas perindustrian dan perdagangan,” jelasnya.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

Sayangnya, makanan kuliner Wingko Babat terlebih dahulu telah dihak patenkan oleh Kota Semarang yang juga punya akar sejarah yang panjang dengan kuliner Wingko Babat.

Meski demikian, Pemkab Lamongan berharap Wingko Babat tidak hanya bertahan sebagai ikon kuliner legendaris, tetapi juga semakin berkembang sebagai produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar lebih luas.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.