Senin, 22 Jun 2026 07:00 WIB

Festival Sungai Trenggalek Hadirkan Balap Gethek, Tradisi Lama Kembali Mengalir

  • Penulis :
  • | Sabtu, 22 Nov 2025 19:17 WIB
Foto: Peserta lomba gethek dalam festival sungai di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Peserta lomba gethek dalam festival sungai di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemkab Trenggalek kolaborasi dengan Jamaah Mbocah Widoro (JMW) menggelar balap gethek diajang Likaliku di Dam Widoro, Kecamatan Gandusari. Kegiatan ini juga dalam rangkaian Festival Sungai Trenggalek.

Masyarakat antusias melihat balap gethek di Dam Widoro. Lomba tradisional ini merupakan kegiatan perdana. Selain itu, dalam Kegiatan Likaliku juga terdapat metri kali, menebar benih ikan, penanaman 100 bibit tanaman durian dan alpukat.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Lomba balap gethek ini bagian dari Festival Sungai Trenggalek. Total ada 16 tim yang berlomba," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Edi Santoso.

Tujuan lomba balap gethek untuk melestarikan budaya dan menghidupkan sejarah. Mengingat budaya nenek moyang, tidak jauh dari kegiatan pantai dan sungai.

"Dulu gethek menjadi transportasi yang digunakan nenek moyang pada zaman dahulu. Lomba ini sebagai pengingat untuk mengenang dan melestarikan budaya," jelasnya.

Kegiatan ini untuk memastikan dan mendukung program Pemkab Trenggalek dalam pelestarian alam. Pemerintah yakin melestarikan ekologi akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

"Jika melestarikan ekologi, kami yakin akan memberikan manfaat bagi ekonomi," paparnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Balap gethek merupakan kegiatan perdana di Trenggalek. Edi berharap kegiatan ini bisa menjadi event tahunan Trenggalek.

"Apabila antuasias dan respon masyarakat positif, kami akan jadikan balap gethek sebagai event tahunan," ungkapnya.

Salah satu peserta balap gethek, Miftakhul Huda (29) menambahkan, balap gethek tidak sekedar mendayung. Namun perlu tenaga esktra, karena harus melawan arah angin.

"Jarak jalur lomba balap gethek sekitar 200 meter. Kami sudah latihan selama dua minggu untuk mengikuti balap gethek ini," imbuhnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Para peserta lomba balap gethek sangat antusias. Terbukti, setiap peserta rela patungan untuk membuat perahu rakitan.

"Untuk membuat gethek, kami patungan. Setiap rumah rata-rata Rp 10 ribu, secara sukarela," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.