Sabtu, 06 Jun 2026 14:46 WIB

Warna-Warni Mojokerto, Pameran Perupa Jatim Rangkul Generasi dan Isu Lingkungan

Pengunjung memadati area pameran  Warna-Warni Mojokerto, di pendopo sisi utara Taman Bahari Mojopahit, Kota Mojokerto. (Foto: Sofanka for JatimNow.com)
Pengunjung memadati area pameran Warna-Warni Mojokerto, di pendopo sisi utara Taman Bahari Mojopahit, Kota Mojokerto. (Foto: Sofanka for JatimNow.com)

jatimnow.com – Puluhan perupa dari berbagai daerah di Jawa Timur memamerkan karyanya dalam sebuah gelaran seni bertajuk "Warna-Warni Mojokerto" yang berlangsung di pendopo sisi utara Taman Bahari Mojopahit, Kota Mojokerto, mulai Kamis (20/11) hingga Sabtu (22/11) kemarin.

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan Pemerintah Kota Mojokerto, Mojo Festival 2025, yang menjadi wadah penting bagi perkembangan seni rupa di Jawa Timur.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Kurator pameran, Hendra Thustel, menyoroti perbedaan signifikan pameran tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan kini jauh lebih beragam dari segi genre dan medium.

“Gelaran pameran tahun ini beda dari pameran sebelum-sebelumnya. Karya-karya para seniman lebih beragam genre dan medium, mulai dari medium foto print kertas, lukis kanvas, patung hingga karya instalasi,” ujar kurator muda jebolan Unesa Pendidikan Seni Rupa tersebut.

Hendra menambahkan, keragaman tidak hanya dari medium, tetapi juga dari seniman yang terlibat. Pameran ini sengaja menghadirkan perupa dari berbagai usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga lansia.

“Para seniman tidak hanya menghadirkan keindahan visual saja, lebih dari itu adalah sebuah gagasan. Kita sengaja menghadirkan mereka dalam satu ruang agar terjadi interaksi antara dua generasi,” tuturnya.

Sofanka, salah satu perupa sekaligus koordinator acara, menjelaskan bahwa gagasan yang diusung dalam pameran seni rupa kali ini telah melampaui batas-batas kedaerahan.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

“Gagasan yang dibawa oleh seniman tidak sebatas tentang sebuah kota, lebih dari itu. Gagasan tentang isu sosial, isu lingkungan, dan lain-lainnya turut dituangkan dalam karya seni dengan berbagai macam medium, diantaranya foto, lukis, patung dan instalasi,” jelasnya.

Salah satu karya yang paling menyita perhatian publik adalah sebuah karya seni instalasi dari seniman kolektif ECOTON. Kumpulan aktivis lingkungan ini menciptakan instalasi berbentuk keran air yang menjulang setinggi tiga meter.

Kran melayang tersebut mengeluarkan air berbentuk botol plastik, secara tajam menyoroti bahaya konsumsi makanan dan minuman dengan kemasan berbahan plastik.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

“Di era modern saat ini, plastik menjadi problem kelestarian lingkungan hidup. Karya instalasi ini adalah sebuah kritik dan ajakan untuk bersama-sama menyadari ancaman tersebut,” tambah Sofan.

Pameran seni rupa "Warna-Warni Mojokerto" yang dibuka pada Kamis (20/11) telah berakhir pada Sabtu (22/11) malam kemarin. Rencananya akan ada pameran seni lainnya di penghujung tahun.

“Sampai jumpa di pameran selanjutnya menyambut akhir tahun pada akhir Desember nanti,” tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.